Cuaca Ekstrem Masih Ancam Lumajang, Pemkab Perpanjang Masa Tanggap Darurat Seminggu Lagi - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 8 Nov 2025 14:26 WIB ·

Cuaca Ekstrem Masih Ancam Lumajang, Pemkab Perpanjang Masa Tanggap Darurat Seminggu Lagi


 Cuaca Ekstrem Masih Ancam Lumajang, Pemkab Perpanjang Masa Tanggap Darurat Seminggu Lagi Perbesar

Lumajang, – Prediksi cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi alasan utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang memperpanjang masa tanggap darurat bencana banjir dan longsor selama tujuh hari ke depan, hingga 14 November 2025.

Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi potensi bencana susulan, khususnya banjir lahar hujan di wilayah sekitar lereng Gunung Semeru, yang sebelumnya telah menyebabkan enam dusun di dua kecamatan terisolir.

Bupati Lumajang Indah Amperawati menjelaskan, keputusan perpanjangan masa tanggap darurat diambil setelah hasil analisis BMKG menunjukkan curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi hingga pekan depan.

Baca juga: Bau Belerang Tercium di Banjir Lumajang, BPBD Waspadai Aktivitas Gunung Semeru

“Kami perpanjang masa tanggap darurat karena BMKG telah mengeluarkan prediksi cuaca ekstrem. Pemerintah harus siaga menghadapi potensi bencana susulan dan memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama,” kata Indah, Sabtu (8/11/2025).

Perpanjangan masa tanggap darurat ini sekaligus memperpanjang masa kerja tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, relawan, dan instansi teknis lainnya dalam upaya penanganan pascabencana.

Baca juga: Relawan Tanggap Bantu Warga Desa Gondoruso Lewati Banjir Lahar Semeru

Pemerintah juga menyiapkan langkah darurat untuk membuka akses ke daerah yang masih terisolir serta mempercepat distribusi logistik ke 1.348 kepala keluarga (KK) terdampak.

“Kami terus berkoordinasi dengan semua pihak agar evakuasi dan bantuan bisa cepat sampai ke masyarakat, terutama di kawasan yang aksesnya masih terputus,” tambahnya.

Sebelumnya, banjir lahar hujan Gunung Semeru pada Rabu (5/11/2025) menyebabkan tanggul Sungai Regoyo jebol sepanjang 150 meter serta sepuluh jembatan terputus di wilayah Kecamatan Pasirian dan Candipuro.

Akibatnya, enam dusun di tiga desa, Gondoruso, Bades, dan Jugosari, sempat terisolir karena jalan utama rusak berat.
Indah menegaskan bahwa Pemkab Lumajang juga tengah memetakan strategi mitigasi risiko jangka panjang, termasuk memperkuat sistem peringatan dini dan memperbaiki infrastruktur tanggul yang rusak.

“Kami ingin bencana ini menjadi pelajaran agar sistem mitigasi di kawasan rawan Semeru semakin kuat. Keselamatan warga tetap nomor satu,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polsek Lumajang Kota Perkuat Layanan 110, Permudah Masyarakat Mendapatkan Bantuan Polisi

5 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Lahan Makin Kering, Hasil Pisang Lumajang Turun hingga 40 Persen

4 Oktober 2026 - 08:01 WIB

1.974 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Mengapa 286 Masih Diproses?

2 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Terakhir Terlihat di Sekitar Makam, Warga Yosowilangun Diduga Tenggelam di Sungai Bondoyudo

1 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Dari 864.599 Rekam Dinamis KTP, Baru 44.975 Warga Lumajang Gunakan IKD

30 September 2026 - 12:05 WIB

1.600 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Berapa yang Lolos Verifikasi?

30 September 2026 - 11:50 WIB

Trending di Daerah