DPRD Jatim Dorong Optimalisasi PAD di 38 Kabupaten-Kota Meski Ada Pemangkasan Anggaran - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Politik · 9 Nov 2025 15:17 WIB ·

DPRD Jatim Dorong Optimalisasi PAD di 38 Kabupaten-Kota Meski Ada Pemangkasan Anggaran


 DPRD Jatim Dorong Optimalisasi PAD di 38 Kabupaten-Kota Meski Ada Pemangkasan Anggaran Perbesar

Lumajang, – Wakil Ketua Komisi C DPRD Jawa Timur, Agus Wicaksono, menegaskan komitmennya untuk mendorong optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) di 38 kabupaten-kota meski menghadapi pemangkasan anggaran tahun ini.

Menurut Agus, kebijakan umum dan prioritas anggaran tahun 2025 mengalami pengurangan sekitar Rp2,8 triliun dari total anggaran semula sebesar Rp20 triliun.

Baca juga: Agus Wicaksono Bawa Semangat PDI Perjuangan Bangun Ekonomi Keluarga di Lumajang

“Ini memang pengurangan, tapi kami tetap berupaya memaksimalkan potensi PAD melalui berbagai strategi dan kolaborasi,” kata dia, Minggu (9/11/2025).

Agus menjelaskan, Komisi C bersama mitra pemerintah provinsi terus mendorong pemanfaatan potensi ekonomi lokal di 666 kecamatan dan 8.501 desa di Jawa Timur.

Baca juga:Menuju Generasi Kritis dan Kreatif, Lumajang Siapkan Ekosistem Literasi Digital Berkelanjutan

Salah satu fokusnya adalah memaksimalkan peran media, investor, dan pelaku UMKM dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif, pariwisata, serta budaya.

“Kami mengundang panjadengan dan pelaku seni karena peran mereka sangat penting. Dengan adanya gelaran budaya seperti REOK, pelaku UMKM juga mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan penjualan dan pertumbuhan ekonomi lokal,” tambah Agus.

Selain itu, Agus menyoroti pentingnya integrasi digitalisasi dalam mendukung iklim investasi di daerah. Ia menekankan bahwa potensi setiap kabupaten hanya akan terlihat menarik bagi investor jika didukung oleh promosi yang tepat melalui media dan kolaborasi dengan pelaku ekonomi kreatif.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran dan kehilangan potensi pajak Rp4 triliun dari opsi pajak sebelumnya, Agus optimistis strategi kolaboratif ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

“Pendapatan asli daerah bukan hanya soal angka di atas kertas, tapi juga bagaimana potensi lokal bisa dimanfaatkan secara nyata untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Oplah di Jember Diduga Asal Jadi, DPRD Soroti Bangunan Tak Berfungsi dan Data Tertutup

19 Februari 2026 - 16:31 WIB

Ujian Konsistensi Politik Lingkungan di Jember, Komitmen atau Sekadar Simbolik?

19 Februari 2026 - 07:13 WIB

Konflik Bupati-Wabup Jadi Evaluasi Sistem Pilkada, Wamendagri Usul Kepala Daerah Tanpa Wakil?

14 Februari 2026 - 18:36 WIB

Gubernur Jatim Diminta Turun Tangan Mediasi Konflik Kepala Daerah di Jember

14 Februari 2026 - 18:30 WIB

Regulasi DPRD Disorot, Anggota Dewan Tersangka Masih Terima Hak Keuangan

30 Januari 2026 - 08:47 WIB

Kursi Wakil Ketua DPRD Jember Kosong, NasDem Kirim Usulan ke DPP

30 Januari 2026 - 08:34 WIB

Trending di Politik