Khofifah Instruksikan Penataan Pos Pengungsian dan Penguatan Layanan Kesehatan di Lumajang - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 20 Nov 2025 17:07 WIB ·

Khofifah Instruksikan Penataan Pos Pengungsian dan Penguatan Layanan Kesehatan di Lumajang


 Khofifah Instruksikan Penataan Pos Pengungsian dan Penguatan Layanan Kesehatan di Lumajang Perbesar

Lumajang, – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menginstruksikan penataan ulang pos-pos pengungsian serta penguatan layanan kesehatan bagi warga terdampak erupsi Gunung Semeru.

Instruksi tersebut disampaikan saat ia meninjau langsung sejumlah titik terdampak di Kabupaten Lumajang, Kamis (20/11/2025), setelah erupsi dahsyat memicu Awan Panas Guguran (APG) sejauh lebih dari 14 kilometer.

Setibanya di Lumajang, Khofifah meninjau SDN 4 Supiturang, dapur umum di Desa Sumberurip, Desa Sumbersari, hingga Jembatan Gladak Perak. Ia meminta semua unsur penanganan bencana untuk bekerja terintegrasi, responsif, dan berdasarkan kebutuhan riil warga.

Meski erupsi telah berhenti dan getaran banjir tak lagi terekam, status Level IV (Awas) tetap diberlakukan.

“Erupsinya memang sudah berakhir, tetapi statusnya masih Awas. Karena itu kesiapsiagaan tetap wajib. Kita harus memastikan semua warga berada pada titik aman,” tegas Khofifah.

Data BPBD Jatim per Kamis (20/11/2025) pukul 05.40 WIB mencatat 346 warga mengungsi, dengan 64 jiwa masih bertahan di SDN 4 Supiturang lantaran rumah mereka belum layak huni. Melihat kondisi tersebut, Khofifah menekankan pentingnya penguatan layanan kesehatan bagi para pengungsi.

Tim Puskesmas telah diterjunkan untuk memantau kondisi kesehatan penyintas, mulai dari tekanan darah meningkat akibat stres, risiko ISPA karena debu vulkanik, hingga kebutuhan pendampingan psikologis.

“Yang perlu kami pastikan adalah penguatan layanan kesehatan di titik kumpul pengungsi. Ada yang tensinya naik, ada risiko ISPA. Semua perlu pemantauan ketat,” ujarnya.

Khofifah juga menyoroti pentingnya penataan ruang pos pengungsian. Meski pembagiannya dinilai cukup baik, ia meminta penyesuaian terus dilakukan agar mobilitas warga tidak terhambat, terutama jika jumlah pengungsi bertambah.

“Pembagiannya sudah bagus, tapi karena situasinya fluktuatif, terlihat padat. Penataan ruang perlu disesuaikan dengan kondisi,” katanya.

Khofifah kemudian bergerak ke Gumuk Emas, Supiturang, meninjau evakuasi material vulkanik yang menimbun permukiman dengan bantuan alat berat. APG Semeru sebelumnya berlangsung selama empat jam lebih, dengan amplitudo maksimum 45 mm dan luncuran material lebih dari 13 kilometer ke arah tenggara selatan.

“Kami meminta seluruh warga tetap mengikuti arahan petugas dan tidak memasuki zona bahaya,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pagi Ini Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu 1,1 Km Mengarah ke Selatan

6 April 2026 - 07:58 WIB

Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Meluncur 3,5 Km ke Tenggara

5 April 2026 - 10:37 WIB

Hadapi Lonjakan Libur Panjang, KAI Daop 9 Jember Siapkan 32 Ribu Kursi

4 April 2026 - 10:57 WIB

Untuk Pertama Kali, MBG Sistem Prasmanan Diuji di Kota Malang

3 April 2026 - 18:14 WIB

Masalah Teknis hingga Pendanaan Hambat Sebagian SPPG di Lumajang

31 Maret 2026 - 16:55 WIB

Evaluasi Ramadan Picu Perbaikan SPPG, 7 Unit Masih Berbenah

31 Maret 2026 - 16:46 WIB

Trending di Nasional