Akibat Abu Vulkanik Gunung Semeru, Kini Mulai Pulih Setelah Luka Bakar Serius - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Kesehatan dan Olah Raga · 27 Nov 2025 11:01 WIB ·

Akibat Abu Vulkanik Gunung Semeru, Kini Mulai Pulih Setelah Luka Bakar Serius


 Akibat Abu Vulkanik Gunung Semeru, Kini Mulai Pulih Setelah Luka Bakar Serius Perbesar

Lumajang, – Setelah melewati masa-masa sulit dengan luka bakar serius dan gangguan pernapasan, keduanya perlahan bangkit dan terus membaik berkat penanganan intensif tim medis.

Dalam insiden APG Semeru beberapa waktu lalu, kedua warga tersebut mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh akibat paparan panas ekstrem dan material vulkanik.

Kondisi awal mereka cukup mengkhawatirkan, kulit melepuh, jaringan lunak mengalami kerusakan, dan sebagian luka masih dalam tahap basah yang rentan infeksi.

Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Lumajang segera merujuk keduanya ke fasilitas medis untuk menjalani perawatan intensif. Luka bakar mereka dibersihkan dan ditangani dua kali sehari di ruang operasi untuk memastikan jaringan tetap steril dan mencegah komplikasi.

“Respons penyembuhannya baik dan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan,” kata Kepala Dinas Kesehatan P2KB Lumajang, dr. Rosidyah, Kamis (27/11/2025).

Salah satu korban, seorang perempuan, sempat mengalami kondisi yang lebih berat. Ia menghirup udara panas bercampur debu pekat dari APG, yang menyebabkan iritasi pada mukosa saluran pernapasannya. Kondisi ini berpotensi menimbulkan gangguan napas serius apabila tidak segera ditangani. Setelah melewati fase rawan, kini iritasi tersebut menunjukkan tren perbaikan signifikan.

“Alhamdulillah, kondisi saluran napasnya membaik. Sudah tertangani dan terus menunjukkan perkembangan positif,” katanya.

Setelah menjalani masa perawatan intensif, kedua korban dipindahkan ke ruang rawat inap biasa. Meski luka bakar mereka masih membutuhkan perhatian khusus, termasuk perawatan rutin hingga jaringan mengering optimal, perkembangan keduanya memberi harapan besar bagi keluarga dan tenaga medis yang merawat.

“Yang terpenting, kedua korban memberikan respons positif terhadap seluruh penanganan yang diberikan. Pemantauan dilakukan secara ketat hingga proses penyembuhan benar-benar optimal,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Membidik Mimpi di Jarak 70 Meter, Harapan Lumajang Bertumpu di Jatim Series 1

14 April 2026 - 19:03 WIB

Dinkes Lumajang Kirim Sampel 105 Suspek Campak ke Laboratorium Kemenkes di Surabaya

10 April 2026 - 11:45 WIB

Awal 2026, Dinkes Lumajang Temukan 136 Kasus HIV Baru, Masih Menunggu Validasi

10 April 2026 - 08:21 WIB

PMI Lumajang Terapkan Sistem Siaga Darurat Titik Rawan Saat Arus Mudik Idulfitri 2026

19 Maret 2026 - 16:48 WIB

Demam dan Ruam Merah Belum Tentu Campak, Bisa Juga Penyakit Lain

16 Maret 2026 - 15:56 WIB

Kenali Fase Prodromal Campak, Gejala Awal yang Sering Tidak Disadari

16 Maret 2026 - 15:50 WIB

Trending di Kesehatan dan Olah Raga