Turun ke Level Siaga, Tapi Fasilitas Mitigasi Semeru Justru Rusak Parah - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Nasional · 1 Des 2025 14:17 WIB ·

Turun ke Level Siaga, Tapi Fasilitas Mitigasi Semeru Justru Rusak Parah


 Turun ke Level Siaga, Tapi Fasilitas Mitigasi Semeru Justru Rusak Parah Perbesar

Lumajang, – Status Gunung Semeru memang telah diturunkan dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga), namun kondisi mitigasi di lapangan justru memprihatinkan. Sebanyak 80 persen sistem peringatan dini (EWS) dilaporkan rusak, membuat kesiapsiagaan masyarakat di lereng Semeru berada pada titik kritis.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, menyebut dua unit EWS berupa sirene di Desa Sumberurip dan Supiturang tidak lagi berfungsi setelah diterjang awan panas. Padahal, alat tersebut merupakan garda terdepan untuk memberikan alarm bahaya saat terjadi erupsi susulan atau aliran lahar hujan.

Kerusakan itu diperparah dengan matinya delapan kamera CCTV pemantau aktivitas Semeru dan satu pemancar radio BPBD. Dengan hilangnya kemampuan pemantauan visual dan komunikasi darurat, potensi keterlambatan informasi kepada warga semakin besar.

“Kita tidak bisa memberikan peringatan awal jika terjadi bencana lagi,” tegas Isnugroho, Senin (1/12/2025).

BPBD hanya mengandalkan komunikasi via telepon seluler untuk menyampaikan informasi perkembangan situasi gunung. Laporan kerusakan telah disampaikan kepada Bupati Lumajang, sementara tim Deputi 1 BNPB turun langsung mengecek kondisi di lapangan untuk mempercepat proses perbaikan.

Meski status gunung turun, PVMBG menegaskan bahwa ancaman Semeru belum berakhir. Warga diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari puncak, serta menjauhi sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer.

Di luar batas tersebut, masyarakat tetap diminta berhati-hati karena awan panas dan aliran lahar berpotensi menjangkau hingga 17 kilometer.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Transjakarta Operasikan Sejumlah Rute hingga 23.59 WIB Selama Arus Balik Lebaran

22 Maret 2026 - 10:55 WIB

Rem Tangan Rusak hingga Kaca Pecah, Dua Bus AKAP Dinyatakan Tak Layak Jalan

19 Maret 2026 - 16:34 WIB

48 Masjid Ramah Pemudik Disiapkan di Banyuwangi, Fasilitas Lengkap 24 Jam

18 Maret 2026 - 13:29 WIB

Pengamanan Mudik Lebaran di Lumajang, Patroli Rumah Kosong hingga Pos Pelayanan Terpadu

13 Maret 2026 - 16:14 WIB

Kesiapan Pemda Lumajang Saat Lebaran, Bupati Indah Standby Pantau Arus Mudik dan Pelayanan

13 Maret 2026 - 09:39 WIB

Tanpa Libur, Petugas Pemkab Lumajang Siap Layani Masyarakat Saat Mudik

13 Maret 2026 - 09:17 WIB

Trending di Nasional