Hilang Rumah, Hilang Rasa Aman, PPT PPA Ungkap Dampak Psikologis Penyintas Semeru - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 1 Des 2025 15:40 WIB ·

Hilang Rumah, Hilang Rasa Aman, PPT PPA Ungkap Dampak Psikologis Penyintas Semeru


 Hilang Rumah, Hilang Rasa Aman, PPT PPA Ungkap Dampak Psikologis Penyintas Semeru Perbesar

Lumajang, – Rumah-rumah mungkin telah runtuh tertimbun abu Semeru, tetapi yang paling terluka justru sesuatu yang tidak terlihat: rasa aman.

Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (PPT PPA) Kabupaten Lumajang mengungkap bahwa para penyintas, terutama anak-anak, perempuan, dan lansia, menanggung beban psikologis berat yang tak tampak di mata, namun jelas terasa di setiap helaan napas mereka.

Ketua PPT PPA Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, mengatakan bahwa trauma yang dialami penyintas bukan hanya soal kehilangan tempat tinggal, tetapi kehilangan ruang yang selama ini menjadi sumber kenyamanan dan identitas mereka.

“Banyak dari mereka kehilangan bukan hanya rumah, tapi rasa aman yang selama ini melekat pada rumah itu,” katanya, Senin (1/12/2025).

Di sudut-sudut pengungsian, anak-anak tampak bermain, tetapi Dewi mengingatkan bahwa tawa mereka tidak selalu mencerminkan kondisi emosional sebenarnya. Banyak dari mereka membawa ketakutan dalam diam, ketakutan akan suara keras, gelap, atau kenangan saat awan panas datang.

“Trauma anak tidak selalu bisa terlihat dari perilaku. Mereka menyimpan banyak hal dalam sunyi,” jelasnya.

Upaya trauma healing yang dilakukan PPT PPA tidak sekadar aktivitas penghiburan. Melalui permainan terapeutik untuk anak, ruang ekspresi aman bagi perempuan, hingga teknik relaksasi dan dialog hangat untuk lansia, setiap kegiatan dirancang untuk memetakan kebutuhan emosional para penyintas sekaligus membantu mereka menemukan kembali rasa tenang yang hilang.

“Pemulihan rasa aman tidak terjadi dalam sehari. Ia dibangun pelan-pelan, melalui pendampingan yang konsisten dan penuh empati,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hidup Rukun di Lereng Semeru, Kampung Pancasila Rawat Toleransi Sehari-hari

21 Mei 2026 - 13:29 WIB

Hari Kebangkitan Nasional Bukan Sekadar Seremoni, Ini Pesan Wabup Lumajang

20 Mei 2026 - 20:26 WIB

Lonjakan Wisman saat Lebaran, Lumajang Ungguli Surabaya dan Malang

24 April 2026 - 08:49 WIB

Kuota Pendakian Semeru Dibatasi 200 Orang per Hari, Wajib Booking Online

22 April 2026 - 18:00 WIB

Rp450 Ribu per Jam, Warga Lumajang Sewa Alat Berat dari Iuran Sendiri Untuk Perbaiki Tanggul Jebol

22 April 2026 - 12:55 WIB

Di Bawah Langit Semeru, Peternak Menjaga Alam, dan Alam Menjaga Susu Kambing Senduro

19 April 2026 - 14:42 WIB

Trending di Nasional