Lumajang, – Gunung Semeru, yang berada di perbatasan Lumajang dan Malang, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan.
Selama periode pengamatan 12 Desember 2025 pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, tercatat 38 letusan asap dengan amplitudo 12-22 mm dan durasi 99-155 detik.
Sementara itu, hembusan tercatat 6 kali dengan amplitudo 4-7 mm dan durasi 82-115 detik, serta tremor harmonik terdeteksi 2 kali dengan durasi panjang 936-1.296 detik dan amplitudo 10-12 mm.
Meski aktivitas gempa dan letusan terjadi, kondisi cuaca di wilayah gunung relatif cerah. Suhu udara tercatat 20-21°C, dengan angin lemah bertiup ke tenggara dan selatan.
Berdasarkan laporan dari Pegugas Pos Pengamatan Gunung Api, Yadi Yuliandi, asap kawah tidak terlihat secara langsung, namun 4 letusan asap putih kelabu terlihat menjulang 400-800 meter ke arah tenggara dan selatan, menandai aktifnya sistem vulkanik di puncak Semeru.
Saat ini, status Gunung Semeru berada pada Level III (Siaga). Pos Pengamatan Gunungapi Semeru mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di area yang rawan terdampak awan panas, guguran lava, dan aliran lahar.
“Warga disarankan mematuhi rekomendasi keselamatan, seperti menjauhi sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 km dari puncak, serta menjaga jarak aman dari tepi sungai di sepanjang aliran anak sungai utama,” katanya, Jumat (12/12/2025).
Meskipun gunung terlihat jelas dan cuaca mendukung, aktivitas vulkanik yang terus berlangsung menunjukkan potensi bahaya yang masih nyata.
“Masyarakat, wisatawan, dan pihak terkait diimbau untuk tidak beraktivitas di sekitar kawah dan tetap mengikuti informasi terbaru dari Pos Pengamatan Gunungapi Semeru,” jelasnya.
Tinggalkan Balasan