Lumajang, – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat sebanyak 41 kali letusan Gunung Semeru selama periode pengamatan Selasa (16/12/2025) pukul 00.00-06.00 WIB.
Hingga kini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga).
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, melaporkan bahwa secara visual gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut tipis.
Letusan teramati sebanyak 4 kali dengan tinggi kolom asap sekitar 400-500 meter, berwarna putih kelabu dan condong ke arah utara.
“Selama periode pengamatan tercatat 41 gempa letusan dengan amplitudo 10-22 mm dan durasi 68-165 detik,” ujarnya dalam laporan MAGMA-VAR PVMBG.
Selain gempa letusan, PVMBG juga merekam 2 gempa hembusan, 2 tremor harmonik, serta 1 gempa vulkanik dangkal.
Kondisi meteorologi dilaporkan cerah hingga berawan dengan suhu udara berkisar 20-22 derajat Celsius, serta angin lemah bertiup ke arah barat daya.
PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak, serta menjauhi radius 5 kilometer dari kawah karena berpotensi terjadi lontaran batu pijar, awan panas, dan aliran lahar.
Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas guguran, lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, khususnya Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Tinggalkan Balasan