Lumajang, – Ratusan siswa SMA di Lumajang menjadi fokus perhatian dalam peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 yang digelar di Gor Wirabhakti, Senin (22/122025).
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, memberikan apresiasi khusus kepada para pelajar yang hadir. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting sebagai agen pengingat dalam keluarga dan lingkungan sekitar.
“Ketika mereka hadir di acara ini, tentu sangat membantu. Anak-anak bisa mengingatkan orang tua mereka sebelum berangkat kerja, agar tetap jujur dan tidak melakukan korupsi,” katanya.
Dalam sambutannya, Indah menyampaikan kegiatan ini bukan hanya tentang memberikan informasi, tetapi juga membentuk kesadaran moral. “Anak-anak yang hadir diharapkan mampu menularkan semangat anti-korupsi kepada keluarga dan teman-temannya,” tuturnya.
Ia pun berencana untuk mengundang lebih banyak pelajar pada peringatan Hakordia berikutnya agar dampak edukatifnya semakin luas.
Sejarah Hari Antikorupsi Sedunia dimulai ketika Majelis Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan tanggal 9 Desember 2003 sebagai hari resmi peringatan.
Keputusan tersebut diambil 40 hari setelah PBB menyetujui Perjanjian Antikorupsi di Merida, Meksiko. Sejak itu, peringatan ini dijadikan momentum global untuk menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan integritas.
Bupati Indah menegaskan, melawan korupsi adalah tanggung jawab semua pihak, termasuk generasi muda. “Dengan anak-anak sebagai agen anti-korupsi, kita berharap budaya jujur dan bertanggung jawab bisa tumbuh sejak dini. Ini langkah sederhana, tapi berdampak besar bagi masa depan bangsa,” jelasnya.
Tinggalkan Balasan