Jember, – Pemerintah Kabupaten Jember menargetkan tidak ada lagi infrastruktur rusak dalam empat tahun ke depan. Target ambisius ini dicanangkan untuk mengejar ketertinggalan daerah, khususnya di sektor pertanian yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian Jember.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyatakan, ketertinggalan Jember dalam produksi pangan di Jawa Timur tidak terlepas dari kondisi infrastruktur yang memprihatinkan. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, hampir 70 persen infrastruktur pertanian di Jember saat ini dalam kondisi rusak dan tidak optimal.
“Kenapa Jember yang dulu pernah menjadi yang terbaik hari ini tercecer di urutan keempat dan kelima? Salah satu jawabannya karena infrastruktur pertanian kita banyak yang rusak,” ujar Fawait, Selasa (23/12/2025).
Ironisnya, Jember justru memiliki salah satu luas lahan pertanian terbesar di Jawa Timur. Namun, luas panen yang dihasilkan kalah dibandingkan daerah dengan lahan yang lebih sempit. Kondisi ini menegaskan bahwa persoalan utama bukan pada ketersediaan lahan, melainkan pada kualitas dan fungsi infrastruktur pendukung.
Pemkab Jember, lanjut Fawait, berkomitmen melakukan pembenahan besar-besaran dengan mengalokasikan anggaran dan program pembangunan pertanian terbesar sepanjang sejarah Kabupaten Jember. Program tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto.
“Program tahun 2025 ini menjadi yang terbesar dalam 40 tahun Kabupaten Jember,” katanya.
Perbaikan infrastruktur akan difokuskan pada saluran irigasi, jalan usaha tani, serta penyediaan alat dan mesin pertanian. Ribuan hektare lahan ditargetkan kembali produktif seiring dengan peningkatan kualitas infrastruktur.
Namun, tantangan besar masih membayangi. Dari hasil inventarisasi di lapangan, kebutuhan anggaran untuk perbaikan jalan di Kabupaten Jember mencapai Rp1,2 triliun. Angka tersebut jauh melampaui kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kalau hanya mengandalkan APBD, tidak mungkin selesai,” ujar Fawait.
Karena itu, Pemkab Jember akan melakukan lobi intensif ke pemerintah pusat agar pembangunan jalan dan infrastruktur pertanian dapat dituntaskan dalam kurun waktu empat tahun.
Di sisi lain, Fawait juga mengajak media dan masyarakat untuk ikut mengawasi penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian agar tidak disalahgunakan.
Pengawasan publik dinilai penting untuk memastikan program pemerintah benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani.
“Yang paling penting panennya harus optimal. Infrastruktur dibangun bukan sekadar bagus secara fisik, tapi harus berdampak pada produktivitas,” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan