Tahun Baru 2026 Lumajang Berempati untuk Sesama - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 2 Jan 2026 14:02 WIB ·

Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial


 Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Perbesar

Pemerintah Kabupaten Lumajang mengajak masyarakat memaknai pergantian Tahun Baru 2026 secara bijak. Momentum ini tidak dimaksudkan sebagai perayaan seremonial semata. Sebaliknya, pemerintah mendorong refleksi dan empati sosial sebagai nilai utama.

Ajakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2025 tentang Kegiatan Menyambut Tahun Baru 2026. Pemerintah menetapkan surat edaran itu pada 31 Desember 2025.

Tahun Baru sebagai Momentum Refleksi dan Empati

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan pentingnya menahan euforia saat menyambut tahun baru. Menurutnya, sikap tersebut mencerminkan kepedulian terhadap sesama. Terutama bagi masyarakat yang masih terdampak bencana alam.

“Pergantian tahun hendaknya kita maknai dengan doa dan kepekaan sosial. Saat saudara-saudara kita menghadapi bencana, empati harus kita kedepankan,” tegas Bupati Lumajang, Rabu (31/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa empati dan solidaritas sosial harus menjadi fondasi sikap masyarakat. Nilai tersebut penting agar perayaan tidak mengabaikan penderitaan orang lain.

Bentuk Penghormatan bagi Korban Bencana

Bupati Indah menyebut bahwa sikap menahan euforia juga menjadi bentuk penghormatan. Penghormatan tersebut ditujukan kepada korban banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selain itu, pemerintah juga memberi perhatian pada korban erupsi Gunung Semeru di Lumajang.

“Empati tidak cukup dengan kata-kata. Kita harus mewujudkannya melalui sikap dan perilaku yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Imbauan Doa Bersama dan Larangan Perayaan Berlebihan

Melalui Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Lumajang mengimbau masyarakat meniadakan perayaan tahun baru yang berlebihan. Pemerintah mendorong warga menggantinya dengan doa bersama secara khidmat.

Pemerintah memandang doa bersama sebagai ruang kontemplasi. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat memohon keselamatan dan ketenangan bangsa. Doa juga menjadi simbol kebersamaan dalam menghadapi tantangan ke depan.

Penegasan Keselamatan dan Ketertiban Publik

Selain itu, Pemkab Lumajang menekankan pentingnya menjaga ketertiban umum. Pemerintah daerah secara tegas melarang konvoi kendaraan di jalan raya. Pemerintah juga melarang pesta kembang api saat malam pergantian tahun.

“Keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama. Jangan sampai euforia justru menimbulkan risiko,” tegas Bupati Indah.

Peran Aktif Aparatur dan Pemerintah Desa

Pemerintah Kabupaten Lumajang mengimbau kelurahan dan desa menggelar doa bersama. Kegiatan tersebut dapat menyesuaikan agama dan keyakinan masing-masing. Pemerintah berharap langkah ini memperkuat toleransi sosial.

Camat, lurah, dan kepala desa diminta aktif menyosialisasikan kebijakan tersebut. Mereka juga diharapkan melakukan pengawasan di wilayahnya masing-masing.

Bupati Lumajang menegaskan bahwa aparatur pemerintah harus memberi contoh nyata. ASN diminta menyambut tahun baru secara sederhana dan tertib.

“ASN harus menjadi teladan agar nilai kemanusiaan benar-benar hidup di masyarakat,” katanya.

Harapan untuk Lumajang yang Berempati

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, telah menandatangani surat edaran tersebut secara elektronik. Dengan demikian, surat edaran itu memiliki kekuatan hukum administratif yang sah.

Melalui kebijakan ini, Pemkab Lumajang berharap Tahun Baru 2026 menjadi momentum penguatan nilai kemanusiaan. Pemerintah juga berharap solidaritas sosial dan kebersamaan masyarakat semakin kuat. Semua itu diharapkan membawa Lumajang menjadi daerah yang lebih berempati dan berketahanan.

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Petani Tembakau Lumajang Belajar Bikin Pupuk Organik, APTI: Kualitas Tak Kalah dari Pupuk Kimia

21 September 2026 - 12:29 WIB

Penerima Bantuan Beras Lumajang Turun 4.276 Keluarga, Mengapa?

21 September 2026 - 11:32 WIB

Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan

21 September 2026 - 09:23 WIB

Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang

21 September 2026 - 09:16 WIB

Jabatan Kosong Tak Perlu Menunggu, Bunda Indah Dorong Pengisian Bertahap

18 September 2026 - 08:50 WIB

Dapat Amanah Baru, Bunda Indah Minta ASN Lumajang Tak Berhenti Belajar

18 September 2026 - 08:48 WIB

Trending di Daerah