Cuaca Terburuk 20 Tahun, Jember Siaga Menghadapi Potensi Banjir Bandang - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 17 Feb 2026 11:36 WIB ·

Cuaca Terburuk 20 Tahun, Jember Siaga Menghadapi Potensi Banjir Bandang


 Cuaca Terburuk 20 Tahun, Jember Siaga Menghadapi Potensi Banjir Bandang Perbesar

Jember, – Curah hujan ekstrem yang tercatat sebagai tertinggi dalam 20 tahun terakhir memaksa Pemerintah Kabupaten Jember menetapkan status tanggap darurat bencana mulai 12 hingga 26 Februari 2026. Keputusan ini diambil untuk menghadapi potensi banjir bandang dan dampak cuaca ekstrem yang diprediksi BMKG melanda wilayah Jember dan sekitarnya.

Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, menjelaskan bahwa fokus penanganan meliputi perbaikan infrastruktur, evakuasi warga terdampak, serta pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan, obat-obatan, dan air bersih.

“Selama masa tanggap darurat, BPBD, seluruh OPD, serta elemen masyarakat termasuk TNI dan Polri akan bahu-membahu menyelesaikan segala persoalan di lapangan,” katanya, Selasa (17/2/2026).

Bupati Muhammad Fawait menegaskan bahwa seluruh lini pemerintah, dari tingkat kabupaten hingga desa, telah berada dalam posisi siaga.

“Kami telah melakukan koordinasi dan evaluasi kesiapan seluruh elemen Pemkab Jember. Semua harus bergerak bersama untuk mengantisipasi segala kemungkinan akibat cuaca ekstrem,” kata Fawait.

Penjabat Sekda Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, menambahkan bahwa data BMKG menunjukkan curah hujan ekstrem yang tidak biasa, sehingga masyarakat diminta waspada tanpa panik berlebihan.

“Kami terus mendampingi warga. Tetap siaga, tetap waspada, namun jangan panik. Pemerintah daerah hadir untuk memastikan semuanya tetap terkendali,” ujarnya.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tak Hanya Durian, Pisang dan Langsep Ikut Terdampak Abu Vulkanik

15 April 2026 - 17:06 WIB

Penyaluran THR di Lumajang Berjalan Mulus, Hanya Tiga Perusahaan Absen Laporan

14 April 2026 - 15:23 WIB

Keluhan Lansia Jadi Pertimbangan, Lumajang Izinkan Pengecer LPG Terbatas

13 April 2026 - 11:25 WIB

Empat Desa di Lumajang Ajukan Pengelolaan Lahan, Status Hak Milik Tunggu 10 Tahun

13 April 2026 - 10:50 WIB

Warga Kuasai Lahan Puluhan Tahun, Pemkab Lumajang Dorong Legalisasi Lewat Skema KHDPK

13 April 2026 - 10:42 WIB

Agus Setiawan Ungkap Proyek di Lumajang Sempat Dikuasai Pengusaha Luar Daerah

11 April 2026 - 17:03 WIB

Trending di Daerah