Tak Hanya Durian, Pisang dan Langsep Ikut Terdampak Abu Vulkanik - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 15 Apr 2026 17:06 WIB ·

Tak Hanya Durian, Pisang dan Langsep Ikut Terdampak Abu Vulkanik


 Tak Hanya Durian, Pisang dan Langsep Ikut Terdampak Abu Vulkanik Perbesar

Lumajang, – Dampak abu vulkanik Gunung Semeru yang terus terjadi sejak awal 2026 tidak lagi terbatas pada satu komoditas.

Jika sebelumnya penurunan kualitas durian menjadi sorotan utama, kini gejala serupa mulai terlihat pada tanaman buah lain seperti pisang dan langsep.

Di tengah musim panen yang biasanya menjadi momen puncak bagi petani, situasi justru berbalik. Sejumlah tanaman tidak hanya mengalami penurunan kualitas buah, tetapi juga penurunan produktivitas.

Pada komoditas durian, banyak pohon dilaporkan tidak berbuah sama sekali. Jika pun berbuah, jumlahnya jauh lebih sedikit dengan kualitas yang menurun.

Lukman, petani durian asal Desa Senduro, merasakan langsung perubahan tersebut. Dari 17 pohon yang ia miliki, hanya sebagian kecil yang berbuah, itu pun dengan kualitas yang tidak seperti biasanya.

“Kalau sekarang, satu pohon paling hanya tujuh buah. Pohon lainnya tidak berbuah sama sekali. Rasanya juga hambar, tidak seperti biasanya,” kata Lukman, Rabu (15/4/2026).

Ia menjelaskan, sebelum intensitas abu vulkanik meningkat, pohon duriannya tergolong produktif. Dalam satu hari panen, ia bisa menghasilkan lebih dari seratus buah dengan cita rasa khas pahit manis dan tekstur lembut. Kini, selain jumlah buah yang menurun drastis, perubahan juga terjadi pada warna dan tekstur daging buah.

“Sekarang warnanya agak bening, tidak seperti dulu,” ujarnya.

Namun persoalan tidak berhenti pada durian. Tanaman pisang yang selama ini dikenal sebagai komoditas yang relatif tahan terhadap kondisi lingkungan, kini juga menunjukkan perubahan kualitas.

Rasa manis yang biasanya menjadi ciri utama mulai berkurang, sementara tekstur buah tidak lagi sebaik sebelumnya.

Hal serupa terjadi pada langsep. Buah yang dikenal dengan rasa segar dan manis tersebut dilaporkan mengalami penurunan kualitas, baik dari segi rasa maupun tampilan.

Sutris, tengkulak durian asal Desa Kandangtepus, mengaku harus lebih selektif dalam membeli buah dari petani. Dalam kondisi seperti sekarang, ia menilai aktivitas kulak menjadi jauh lebih berisiko.

“Kalau sekarang kulak durian, tentu sangat rugi. Alternatifnya ya tetap kulak, tapi harus tahu kondisi buahnya. Kalau tidak tahu, lebih baik tidak usah,” kata Sutris.

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Semarak HUT RI di Tunjung Lumajang, Warga Jalan Sehat dan UMKM Ikut Kecipratan

20 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Agus Setiawan dan Ratih Damayanti Ajak Warga Jalan Santai, Doorprize Sepeda Listrik Menanti

20 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Truk Sound Horeg Terbakar Saat Karnaval di Lumajang, Peserta Tetap Lanjut

20 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Perbaikan 27 Ambulans Desa Lumajang Habiskan Rp884,9 Juta, 9 Unit Masih Diperbaiki

19 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Bukan Sekadar Adu Strategi! Kejurkab Catur Lumajang Jadi Jalan Lahirnya Bibit Atlet Muda

19 Agustus 2026 - 09:58 WIB

Tape Ketan Wonokerto Siap Mendunia? Jenggolo Tape Fest 2027 Didorong Lebih Besar

19 Agustus 2026 - 09:56 WIB

Trending di Daerah