Ketika Legislator Turun Tangan Langsung, DPRD Menambal Celah Program Pemerintah - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Kesehatan dan Olah Raga · 9 Jan 2026 12:55 WIB ·

Ketika Legislator Turun Tangan Langsung, DPRD Menambal Celah Program Pemerintah


 Ketika Legislator Turun Tangan Langsung, DPRD Menambal Celah Program Pemerintah Perbesar

Jember, – Tingginya angka tengkes atau stunting di Kabupaten Jember mendorong langkah yang tak lazim dilakukan wakil rakyat. Delapan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember memilih turun tangan langsung mengintervensi keluarga stunting melalui program patungan dana, sebuah langkah yang mencerminkan pergeseran peran legislator dari fungsi pengawasan dan legislasi menjadi pelaksana aksi sosial.

Langkah tersebut dilakukan di tengah prevalensi stunting Jember yang masih mencapai 30,3 persen berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024. Artinya, tiga dari sepuluh balita di Jember mengalami gangguan tumbuh kembang, kondisi yang seharusnya menjadi prioritas utama kebijakan pemerintah daerah.

Teknis program dilakukan dengan skema sederhana. Masing-masing legislator Fraksi PDI Perjuangan yang duduk di berbagai komisi DPRD Jember patungan dana dan menggandeng toko kelontong di wilayah sasaran. Dengan modal Rp150.000, selama lima hingga tujuh hari toko kelontong berkewajiban menyediakan telur sebagai sumber protein bagi keluarga dengan anak terindikasi atau rawan stunting.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Jember, Edi Cahyo Purnomo, mengatakan suplai protein hewani tersebut diharapkan mampu membantu proses pemulihan gizi anak secara bertahap.

“Suplai protein berupa telur diharapkan bisa membuat anak yang terindikasi atau rawan stunting bisa dientaskan secara bertahap,” ujar Edi, Jumat (9/1/2026).

Tidak berhenti pada pemberian bantuan, para anggota fraksi juga melakukan pemantauan perkembangan anak beberapa bulan setelah intervensi dilakukan. Pemantauan dilakukan melalui posyandu untuk melihat perubahan berat badan anak.

“Kita pantau bagaimana berat tubuh anak yang kemarin mengalami stunting atau berat badan kurang. Kami kontrol terus di posyandu. Alhamdulillah terakhir kami lihat kemarin ada kenaikan berat badan,” ucapnya.

Namun, Edi mengakui program tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran pemerintah daerah. Menurutnya, langkah Fraksi PDI Perjuangan lebih sebagai bentuk kepedulian sekaligus dorongan moral agar pemerintah hadir lebih kuat dalam penanganan stunting.

“Kami mendorong agar hal ini bisa dilakukan Pemerintah Kabupaten Jember,” imbuhnya.

Selain berdampak pada upaya penanganan stunting, program ini juga diklaim memberi efek ekonomi di tingkat lokal. Toko kelontong yang dilibatkan dalam penyediaan telur mengalami peningkatan perputaran usaha selama program berlangsung.

“Toko kelontong di wilayah yang digandeng untuk membantu penanganan stunting secara ekonomi mampu meningkatkan usahanya,” jelas Edi.

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pacuan Kuda Piala Bupati Cup 2026 Meriahkan Babakan, Jadi Hiburan hingga Penggerak Ekonomi

3 Agustus 2026 - 12:12 WIB

Pemkab Lumajang Siapkan Relokasi Venue Panjat Tebing ke Stadion Semeru

2 Agustus 2026 - 18:49 WIB

Bupati Lumajang evaluasi mekanisme anggaran cabang olahraga

2 Agustus 2026 - 18:18 WIB

Dinkes Lumajang: Mayoritas Penularan HIV Berasal dari Seks Berisiko

27 Juli 2026 - 10:22 WIB

Yudha Adji Kusuma: Voli Bulan Bung Karno Satukan Warga dan Gerakkan Ekonomi

20 Juli 2026 - 13:01 WIB

Baru Dua Pekan Dibentuk, Boms 99 Juarai Turnamen Voli Bulan Bung Karno

19 Juli 2026 - 03:54 WIB

Trending di Kesehatan dan Olah Raga