Hujan di Lereng Semeru Picu Risiko Banjir Lahar, Warga Diminta Menjauh dari Sungai - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 11 Jan 2026 09:57 WIB ·

Hujan di Lereng Semeru Picu Risiko Banjir Lahar, Warga Diminta Menjauh dari Sungai


 Hujan di Lereng Semeru Picu Risiko Banjir Lahar, Warga Diminta Menjauh dari Sungai Perbesar

Lumajang, – Kondisi cuaca mendung disertai hujan ringan di sekitar lereng Gunung Semeru meningkatkan risiko terjadinya banjir lahar hujan pasca-erupsi yang terjadi pada Minggu (11/1/2026).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di sekitar aliran sungai.

Sebelumnya, Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami erupsi berupa luncuran awan panas sejauh lima kilometer dari puncak kawah. Meski dampak awan panas masih berada dalam radius aman, potensi bahaya lanjutan justru datang dari ancaman banjir lahar hujan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono, mengatakan curah hujan di kawasan lereng Semeru menjadi faktor utama yang memicu tingginya risiko banjir lahar.

“Cuaca saat ini terpantau mendung dan hujan ringan. Kalau awan panas tidak berdampak ke permukiman, tapi yang perlu diwaspadai adalah banjir lahar hujan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah aliran sungai yang berhulu langsung dari Gunung Semeru dan berpotensi dilintasi banjir lahar, yakni Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Warga yang bermukim di sekitar aliran sungai tersebut diminta menjaga jarak aman minimal 500 meter dari bibir sungai.

BPBD mengingatkan banjir lahar hujan dapat terjadi secara tiba-tiba dan berisiko meluap ke permukiman apabila debit air dan material vulkanik meningkat.

“Kami minta warga yang berada di sekitar DAS Semeru tetap waspada dan tidak beraktivitas di dekat sungai saat hujan turun,” tegasnya.

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskopindag Lumajang Gratiskan Layanan Rekomendasi BBM Bersubsidi untuk Usaha Mikro

5 Agustus 2026 - 14:26 WIB

Semeru Erupsi, Kolom Abu Capai 900 Meter di Atas Puncak

5 Agustus 2026 - 08:53 WIB

BPBD Lumajang Optimalkan Dua Pos Aju untuk Perkuat Peringatan Dini Gunung Semeru

3 Agustus 2026 - 09:49 WIB

MBG Lumajang Tersendat, 16 Sekolah dan Posyandu Gagal Terima Distribusi

30 Juli 2026 - 20:07 WIB

Keluhan MBG Ramai di Media Sosial, BGN Sebut Dana Belum Cair

30 Juli 2026 - 12:20 WIB

Penutupan Piodalan Pura Mandhara Giri Semeru Agung Perkuat Hubungan Lumajang dan Bali

10 Juli 2026 - 14:31 WIB

Trending di Nasional