Hujan di Lereng Semeru Picu Risiko Banjir Lahar, Warga Diminta Menjauh dari Sungai - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Nasional · 11 Jan 2026 09:57 WIB ·

Hujan di Lereng Semeru Picu Risiko Banjir Lahar, Warga Diminta Menjauh dari Sungai


 Hujan di Lereng Semeru Picu Risiko Banjir Lahar, Warga Diminta Menjauh dari Sungai Perbesar

Lumajang, – Kondisi cuaca mendung disertai hujan ringan di sekitar lereng Gunung Semeru meningkatkan risiko terjadinya banjir lahar hujan pasca-erupsi yang terjadi pada Minggu (11/1/2026).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di sekitar aliran sungai.

Sebelumnya, Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami erupsi berupa luncuran awan panas sejauh lima kilometer dari puncak kawah. Meski dampak awan panas masih berada dalam radius aman, potensi bahaya lanjutan justru datang dari ancaman banjir lahar hujan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono, mengatakan curah hujan di kawasan lereng Semeru menjadi faktor utama yang memicu tingginya risiko banjir lahar.

“Cuaca saat ini terpantau mendung dan hujan ringan. Kalau awan panas tidak berdampak ke permukiman, tapi yang perlu diwaspadai adalah banjir lahar hujan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah aliran sungai yang berhulu langsung dari Gunung Semeru dan berpotensi dilintasi banjir lahar, yakni Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Warga yang bermukim di sekitar aliran sungai tersebut diminta menjaga jarak aman minimal 500 meter dari bibir sungai.

BPBD mengingatkan banjir lahar hujan dapat terjadi secara tiba-tiba dan berisiko meluap ke permukiman apabila debit air dan material vulkanik meningkat.

“Kami minta warga yang berada di sekitar DAS Semeru tetap waspada dan tidak beraktivitas di dekat sungai saat hujan turun,” tegasnya.

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sudetan Sungai Dibangun di Wareng, Upaya Mengurangi Ancaman Lahar Semeru ke Permukiman

4 November 2026 - 16:00 WIB

Tujuh Kecamatan Dilanda Bencana, Pemkab Lumajang Berlakukan Siaga Darurat hingga Januari 2027

4 November 2026 - 09:33 WIB

Demi Sekolah dan Belanja, Warga Sumberlangsep Harus Menyeberangi Aliran Lahar

3 November 2026 - 12:39 WIB

Bupati Lumajang Sebut Tidak Ada Korban Jiwa dalam Banjir Lahar Semeru

3 November 2026 - 10:01 WIB

Banjir Lahar Semeru Hanyutkan 600 Bronjong di Sungai Glidik Lumajang

3 November 2026 - 08:31 WIB

Badan Geologi: Lahar Semeru Bukan Indikasi Peningkatan Tekanan Magmatik

2 November 2026 - 20:53 WIB

Trending di Nasional