Belajar dari Erupsi 2025, Kesiapan Warga Lumajang Hadapi Awan Panas Semeru Teruji - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Nasional · 11 Jan 2026 10:13 WIB ·

Belajar dari Erupsi 2025, Kesiapan Warga Lumajang Hadapi Awan Panas Semeru Teruji


 Belajar dari Erupsi 2025, Kesiapan Warga Lumajang Hadapi Awan Panas Semeru Teruji Perbesar

Lumajang, – Pengalaman menghadapi erupsi Gunung Semeru pada 2025 lalu menjadi bekal penting bagi warga lereng Semeru dalam merespons luncuran awan panas yang kembali terjadi pada Jumat (9/1/2026).

Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, masyarakat yang tinggal di sekitar lereng Gunung Semeru sudah memiliki kesiapsiagaan yang baik dalam menghadapi erupsi.

Hal tersebut terbukti saat erupsi besar pada 19 November 2025, ketika awan panas meluncur hingga 14 kilometer dari puncak kawah tanpa menelan korban.

“Erupsi tahun lalu skalanya lebih besar, tapi tidak ada korban. Itu menunjukkan masyarakat sudah tahu harus berbuat apa saat bencana terjadi,” kata Indah, Minggu (11/1/2026).

Kata dia, pengalaman tersebut membuat warga semakin peka terhadap tanda-tanda alam dan prosedur penyelamatan diri. Kesiapsiagaan itu juga didukung oleh upaya mitigasi bencana yang dilakukan pemerintah daerah bersama BPBD Lumajang.

Meski demikian, ia mengingatkan potensi bahaya lanjutan pasca-erupsi, terutama jika hujan turun dengan intensitas tinggi di kawasan lereng Semeru. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu terjadinya banjir lahar hujan.

“Semoga hujannya tidak besar, sehingga kalau ada banjir lahar masih bisa dikendalikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang Yudhi Cahyono memastikan kawasan rawan bencana (KRB) III atau zona merah telah dikosongkan dari aktivitas warga. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD juga disiagakan untuk mengantisipasi awan panas susulan maupun banjir lahar hujan.

“Zona merah seperti di Desa Supiturang sudah steril dari aktivitas warga. Tim kami juga siaga di lapangan,” ucap dia.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perhotelan Malang Siap Sambut 100 Ribu Jemaah NU, Tarif Tetap Stabil

3 Februari 2026 - 15:57 WIB

Erupsi Semeru Picu Hujan Abu di Senduro, Warga Keluhkan Aktivitas Harian Terganggu

3 Februari 2026 - 15:07 WIB

Jalan Rusak Tergerus Lahar, Warga Lumajang Terpaksa Lewati Area Persawahan

3 Februari 2026 - 13:50 WIB

Berpacu dengan Ancaman Lahar, Perbaikan Tanggul Sungai Regoyo Dikebut

3 Februari 2026 - 13:33 WIB

Gunung Semeru Tertutup Kabut, Aktivitas Vulkanik Level III Tetap Siaga

1 Februari 2026 - 11:45 WIB

Hadapi Ancaman Tahunan Semeru, Lumajang Siapkan Generasi Tangguh Bencana

30 Januari 2026 - 08:06 WIB

Trending di Nasional