Belajar dari Erupsi 2025, Kesiapan Warga Lumajang Hadapi Awan Panas Semeru Teruji - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 11 Jan 2026 10:13 WIB ·

Belajar dari Erupsi 2025, Kesiapan Warga Lumajang Hadapi Awan Panas Semeru Teruji


 Belajar dari Erupsi 2025, Kesiapan Warga Lumajang Hadapi Awan Panas Semeru Teruji Perbesar

Lumajang, – Pengalaman menghadapi erupsi Gunung Semeru pada 2025 lalu menjadi bekal penting bagi warga lereng Semeru dalam merespons luncuran awan panas yang kembali terjadi pada Jumat (9/1/2026).

Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, masyarakat yang tinggal di sekitar lereng Gunung Semeru sudah memiliki kesiapsiagaan yang baik dalam menghadapi erupsi.

Hal tersebut terbukti saat erupsi besar pada 19 November 2025, ketika awan panas meluncur hingga 14 kilometer dari puncak kawah tanpa menelan korban.

“Erupsi tahun lalu skalanya lebih besar, tapi tidak ada korban. Itu menunjukkan masyarakat sudah tahu harus berbuat apa saat bencana terjadi,” kata Indah, Minggu (11/1/2026).

Kata dia, pengalaman tersebut membuat warga semakin peka terhadap tanda-tanda alam dan prosedur penyelamatan diri. Kesiapsiagaan itu juga didukung oleh upaya mitigasi bencana yang dilakukan pemerintah daerah bersama BPBD Lumajang.

Meski demikian, ia mengingatkan potensi bahaya lanjutan pasca-erupsi, terutama jika hujan turun dengan intensitas tinggi di kawasan lereng Semeru. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu terjadinya banjir lahar hujan.

“Semoga hujannya tidak besar, sehingga kalau ada banjir lahar masih bisa dikendalikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang Yudhi Cahyono memastikan kawasan rawan bencana (KRB) III atau zona merah telah dikosongkan dari aktivitas warga. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD juga disiagakan untuk mengantisipasi awan panas susulan maupun banjir lahar hujan.

“Zona merah seperti di Desa Supiturang sudah steril dari aktivitas warga. Tim kami juga siaga di lapangan,” ucap dia.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Erupsi Semeru Disertai Awan Panas 4,5 Kilometer dan Kolom Abu 1.000 Meter

19 Juni 2026 - 11:13 WIB

Aliansi Mahasiswa menggugat, Enam Tuntutan Dibawa ke DPRD Lumajang

18 Juni 2026 - 15:12 WIB

Kenaikan Harga Pertamax Jadi Perhatian Warga Lumajang, Antrean Pertalite Mengular

11 Juni 2026 - 08:47 WIB

Pelemahan Rupiah Mulai Tekan Harga Kebutuhan Pokok di Lumajang

9 Juni 2026 - 15:22 WIB

Dampak Pelemahan Rupiah, Harga Ban Motor di Lumajang Kini Tembus Rp 325 Ribu

7 Juni 2026 - 10:38 WIB

Dari Surabaya ke Pegangsaan Timur: Jejak Panjang Bung Karno Menuju Proklamasi Kemerdekaan

6 Juni 2026 - 16:25 WIB

Trending di Nasional