Badan Geologi Temukan Scoria Cones di Puncak Semeru, Tanda Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Nasional · 24 Okt 2025 14:16 WIB ·

Badan Geologi Temukan Scoria Cones di Puncak Semeru, Tanda Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi


 Badan Geologi Temukan Scoria Cones di Puncak Semeru, Tanda Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi Perbesar

Lumajang, – Badan Geologi mengungkap terbentuknya scoria cones atau gunung berapi kecil di puncak Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Fenomena ini menjadi indikator meningkatnya aktivitas vulkanik dan berpotensi memicu guguran lava pijar maupun awan panas dalam waktu dekat.

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menjelaskan terbentuknya scoria cones terjadi akibat penumpukan material hasil ribuan letusan yang terjadi dalam dua pekan terakhir.

Berdasarkan hasil pengamatan periode 1-15 Oktober 2025, Pos Pengamatan Gunung Api Semeru mencatat 1.129 kali gempa letusan, 23 kali gempa guguran, 91 kali gempa hembusan, serta 5 kali tremor harmonik.

Baca juga: Pemkab Lumajang Tegaskan Komitmen Lestarikan Satwa, Rawat Enam Rusa Tutul dari Istana Bogor

“Akumulasi material hasil erupsi, baik letusan maupun aliran lava, membentuk scoria cones yang berpotensi menjadi sumber guguran lava pijar dan awan panas,” kata Wafid dalam keterangan tertulis, Jumat (24/10/2025).

Selain potensi awan panas, Badan Geologi juga memperingatkan ancaman banjir lahar hujan di sepanjang aliran sungai yang berhulu ke Gunung Semeru. Endapan material panas yang menumpuk di dasar sungai dapat bereaksi dengan air hujan dan memicu aliran lahar atau erupsi sekunder.

Baca juga:Gotong Royong Ekonomi Rakyat, Strategi Koperasi Lumajang Hadapi Kendala Modal

Meski aktivitas vulkanik masih tinggi, evaluasi menunjukkan tekanan tubuh gunung api mulai menurun. Karena itu, Badan Geologi menetapkan status Gunung Semeru tetap berada di Level II (Waspada).

Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas di sektor tenggara sejauh 8 kilometer dari puncak, serta menjaga jarak minimal 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini untuk mengantisipasi potensi perluasan awan panas maupun aliran lahar hingga 13 kilometer dari puncak.

“Waspada terhadap potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sudetan Sungai Dibangun di Wareng, Upaya Mengurangi Ancaman Lahar Semeru ke Permukiman

4 November 2026 - 16:00 WIB

Tujuh Kecamatan Dilanda Bencana, Pemkab Lumajang Berlakukan Siaga Darurat hingga Januari 2027

4 November 2026 - 09:33 WIB

Demi Sekolah dan Belanja, Warga Sumberlangsep Harus Menyeberangi Aliran Lahar

3 November 2026 - 12:39 WIB

Bupati Lumajang Sebut Tidak Ada Korban Jiwa dalam Banjir Lahar Semeru

3 November 2026 - 10:01 WIB

Banjir Lahar Semeru Hanyutkan 600 Bronjong di Sungai Glidik Lumajang

3 November 2026 - 08:31 WIB

Badan Geologi: Lahar Semeru Bukan Indikasi Peningkatan Tekanan Magmatik

2 November 2026 - 20:53 WIB

Trending di Nasional