Banjir Bali Lumpuhkan Angkutan Antarprovinsi, Biaya Bus Naik, Penumpang Turun 50 Persen - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 11 Sep 2025 20:08 WIB ·

Banjir Bali Lumpuhkan Angkutan Antarprovinsi, Biaya Bus Naik, Penumpang Turun 50 Persen


 Banjir Bali Lumpuhkan Angkutan Antarprovinsi, Biaya Bus Naik, Penumpang Turun 50 Persen Perbesar

Surabaya, – Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Bali tidak hanya berdampak pada permukiman dan infrastruktur, tetapi juga melumpuhkan transportasi antarprovinsi.

Jalur darat rute Surabaya-Denpasar menjadi salah satu yang terdampak paling parah. Operator bus terpaksa memutar jalur untuk menghindari titik-titik banjir, yang menyebabkan lonjakan biaya operasional, keterlambatan jadwal, hingga penurunan drastis jumlah penumpang.

Di Terminal Purabaya, Sidoarjo, kondisi ini mulai terasa sejak awal pekan. Biasanya, ada sekitar 10 armada bus setiap hari yang melayani rute Surabaya-Bali. Namun dalam beberapa hari terakhir, jumlah penumpang dilaporkan menurun hingga 50 persen.

Baca juga: Mahasiswa Tuntut Reformasi Parpol, DPRD Jember: Ini Momentum Perbaikan Politik

“Jumlah penumpang menjadi turun drastis hingga 50 persen, Mas. Banyak yang batal berangkat karena khawatir perjalanan terganggu atau terlalu lama,” ujar Banyak, pengurus PO Angkasa Trans Jaya, Kamis (11/9/25).

Selain menambah ongkos bahan bakar, rute alternatif juga membuat jadwal perjalanan jadi kacau. Jika sebelumnya bus bisa tiba di Terminal Ubung Denpasar sekitar pukul 06.00-06.30 WITA, kini banyak bus baru sampai hampir pukul 10.00 WITA.

Baca juga: Koperasi Merah Putih Pasuruan Mandek, Ketua: Tak Ada Modal yang Bisa Dikelola

“Kemarin, jam 9 pagi baru sampai Mengwi. Sampai Ubung hampir jam 10.00. Padahal biasanya jam 6 udah nyampe,” tambah Umar.

Dalam kondisi normal, bus dari Surabaya menuju Bali akan melalui jalur Negara, Kabupaten Jembrana, yang merupakan rute utama dan relatif cepat.

Namun, akibat banjir yang merendam puluhan titik di Jembrana dan Badung, operator bus tidak punya pilihan selain memutar melalui Singaraja, Kabupaten Buleleng jalur yang lebih jauh dan memakan waktu tambahan beberapa jam.

“Biasanya biaya BBM untuk satu kali perjalanan itu sekitar Rp1,3 juta. Tapi sekarang karena harus memutar lewat Singaraja, biayanya nambah sekitar Rp250 ribu,” jelas Umar, pengurus PO Bali Perdana.

Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Merah Putih di Antara Tradisi dan Langit B29

17 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Tangis Gibran Pecah di Hari Kemerdekaan, Lahir 17 Agustus dengan Berat 3,2 Kilogram

17 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Pantau Aktivitas Semeru, BPBD Lumajang Andalkan CCTV hingga Sistem EWS Berbasis AI

14 Agustus 2026 - 10:14 WIB

DPRD Jatim Minta Kontribusi Kendaraan Listrik terhadap Jalan Tak Dipukul Rata

12 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Karhutla TNBTS Meluas, Api Capai B29 dan Mengarah ke Sabana Pasuruan

9 Agustus 2026 - 15:45 WIB

Api Masih Membakar Hutan TNBTS Lumajang, Water Bombing Dilakukan untuk Jangkau Titik Sulit

9 Agustus 2026 - 07:24 WIB

Trending di Nasional