Jember, – Banjir akibat hujan deras yang mengguyur Kamis (12/2/2026) sore hingga Jumat dini hari melanda 17 desa di delapan kecamatan Kabupaten Jember, Jawa Timur. Dampaknya cukup parah, dengan tiga jembatan putus, termasuk di Desa Suci, Kecamatan Panti, dan satu pondok pesantren terdampak banjir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edi Budi Susilo, menyampaikan banjir paling parah terjadi di Kecamatan Rambipuji, di mana 299 warga terpaksa mengungsi ke lokasi aman seperti rumah warga, masjid, dan balai desa.
“Tim BPBD terus mengevakuasi warga, membersihkan rumah, dan menyalurkan bantuan logistik di lokasi terdampak. Penanganan bencana masih berlangsung di beberapa titik,” katanya, Jumat (13/2/2026).
Selain menggenangi permukiman, banjir juga menyebabkan kemacetan lalu lintas akibat akses jalan terputus dan arus air yang tinggi. Luapan berasal dari beberapa sungai di wilayah Jember, yang debit airnya meningkat signifikan akibat hujan deras selama beberapa jam.
BPBD Jember berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk memastikan evakuasi warga, distribusi bantuan, dan pembersihan rumah terdampak berjalan lancar. “Masyarakat diimbau tetap waspada, terutama warga yang tinggal di daerah rawan banjir,” jelasnya.
Tinggalkan Balasan