Banjir Lahar Hantam Sumberlangsep, Peternak Merugi dan Kehilangan Aset Ternak - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Nasional · 10 Des 2025 07:27 WIB ·

Banjir Lahar Hantam Sumberlangsep, Peternak Merugi dan Kehilangan Aset Ternak


 Banjir Lahar Hantam Sumberlangsep, Peternak Merugi dan Kehilangan Aset Ternak Perbesar

Lumajang, – Dampak banjir lahar Gunung Semeru kembali dirasakan berat oleh warga Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro.

Selain merusak sejumlah rumah, aliran banjir lahar juga mengakibatkan kerugian ekonomi bagi para peternak. Sedikitnya lima ekor kambing milik warga ditemukan mati tertimbun material vulkanik, sementara ratusan ternak lainnya nyaris ikut menjadi korban jika tidak segera dievakuasi.

Bagi warga Sumberlangsep yang sebagian besar menggantungkan ekonomi pada peternakan kambing dan sapi, kehilangan satu ekor ternak saja sudah menjadi pukulan besar.

Apalagi, lima kambing telah mati akibat derasnya banjir lahar yang membawa pasir dan batu. Kondisi kandang yang terancam tertimbun membuat risiko kerugian semakin membesar.

“Lima kambing mati akibat banjir lahar. Ratusan lainnya langsung kita evakuasi supaya tidak ikut tertimbun,” kata Kabid Peternakan DKPP Kabupaten Lumajang, Endra, Rabu (10/12/2025).

Ia menyebut pemindahan ternak menjadi langkah penting agar warga tidak mengalami kerugian yang lebih besar.
Untuk menghindari kerusakan lebih jauh, warga bersama anggota TNI mengevakuasi 259 kambing dan 17 sapi dari wilayah rawan.

Proses evakuasi dilakukan dengan menyeberangi aliran banjir lahar yang masih deras, sebuah upaya yang tidak hanya menguras tenaga, tetapi juga penuh risiko. Namun, bagi warga, keselamatan ternak sama pentingnya dengan keselamatan keluarga, karena menjadi sumber pendapatan utama.

Heri, salah satu korban banjir, mengaku tidak punya pilihan selain segera mengungsikan ternaknya. “Kalau tetap di sini, bahaya. Kambingnya mau dievakuasi ke tempat aman yang sudah disiapkan pemerintah. Di sini kondisinya mengkhawatirkan,” ujarnya.

Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kawendra Lukistian Dapat Amanat di PBNU, Ini Semangat yang Dibawanya hingga 2031

1 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Detik-detik Gunung Semeru Keluarkan Dentuman Keras, Terekam CCTV BPBD Lumajang

29 September 2026 - 11:32 WIB

Panen Tembakau Lumajang: Kasturi Rp33-60 Ribu, PT AOI Disebut Serap Maksimal

20 September 2026 - 10:59 WIB

Semeru Level III, Diskominfo Lumajang Ingatkan Bahaya Hoaks: Foto Lama Bisa Picu Kepanikan

15 September 2026 - 13:22 WIB

Karhutla Blok Metigi Renteng Belum Sepenuhnya Tuntas, Asap Masih Terlihat di Medan Curam

14 September 2026 - 19:44 WIB

Kolom Abu Semeru Capai 1.000 Meter, BPBD Lumajang Perketat Pemantauan

14 September 2026 - 14:00 WIB

Trending di Nasional