Banjir Lahar Semeru Lumpuhkan Sekolah: Hanya 21 Siswa yang Masuk dari Total 86 di SDN Jugosari 3 - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 11 Sep 2025 19:51 WIB ·

Banjir Lahar Semeru Lumpuhkan Sekolah: Hanya 21 Siswa yang Masuk dari Total 86 di SDN Jugosari 3


 Banjir Lahar Semeru Lumpuhkan Sekolah: Hanya 21 Siswa yang Masuk dari Total 86 di SDN Jugosari 3 Perbesar

Lumajang, – Aktivitas belajar mengajar di SDN Jugosari 3, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang lumpuh hampir total akibat banjir lahar dingin Gunung Semeru yang menerjang wilayah tersebut beberapa hari lalu. Dari total 86 siswa yang terdaftar, hanya 21 siswa yang mampu hadir ke sekolah pada Kamis (11/9/25).

Sisanya terpaksa absen karena akses jalan utama menuju sekolah tertutup material banjir dan batu besar dari Sungai Regoyo.

Kepala Sekolah SDN Jugosari 3, Yulianti, menyatakan kondisi ini sudah berlangsung selama beberapa hari terakhir sejak hujan deras memicu banjir lahar dari hulu Semeru.

Baca juga: Cold Storage Perkuat Rantai Pasok Pisang Lumajang ke Pasar Modern

Dampaknya, puluhan siswa dari Dusun Sumberlangsep wilayah yang terisolasi akibat rusaknya jembatan limpas tidak dapat menyeberangi sungai untuk mencapai sekolah.

“Ini ada 40 siswa dari Dusun Sumberlangsep, mereka tidak bisa hadir karena ada banjir. Selain itu, cuaca juga hujan, itu cukup berisiko,” ungkap Yulianti.

Baca juga: Kerusuhan 2 Hari di Surabaya Rugikan Negara Rp4 Miliar

Melihat situasi darurat ini, pihak sekolah berupaya mengambil langkah alternatif. Para siswa yang tidak bisa datang ke sekolah diberikan dispensasi dan diarahkan untuk mengikuti pembelajaran secara daring dari rumah masing-masing.

Namun, metode ini juga tidak berjalan mulus karena berbagai keterbatasan, terutama di daerah pedesaan.

“Yang tidak bisa masuk sekolah kami berlakukan belajar via daring. Tapi kami tahu tidak semua siswa punya akses ke perangkat atau jaringan internet yang stabil,” tambah Yulianti.

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lonjakan Wisman saat Lebaran, Lumajang Ungguli Surabaya dan Malang

24 April 2026 - 08:49 WIB

Kuota Pendakian Semeru Dibatasi 200 Orang per Hari, Wajib Booking Online

22 April 2026 - 18:00 WIB

Rp450 Ribu per Jam, Warga Lumajang Sewa Alat Berat dari Iuran Sendiri Untuk Perbaiki Tanggul Jebol

22 April 2026 - 12:55 WIB

Di Bawah Langit Semeru, Peternak Menjaga Alam, dan Alam Menjaga Susu Kambing Senduro

19 April 2026 - 14:42 WIB

Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 900 Meter

16 April 2026 - 15:10 WIB

Pasar yang Retak, Ketika Gula Rafinasi Mengalir Diam-Diam di Nadi Ekonomi Petani

15 April 2026 - 15:16 WIB

Trending di Nasional