Banjir Landa Lautan Pasir Bromo Akibat Hujan Lebat, Motor Warga Terperangkap - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Pariwisata · 9 Jan 2024 18:30 WIB ·

Banjir Landa Lautan Pasir Bromo Akibat Hujan Lebat, Motor Warga Terperangkap


 Banjir Landa Lautan Pasir Bromo Akibat Hujan Lebat, Motor Warga Terperangkap Perbesar

Lumajang – Hujan lebat di sekitar Gunung Bromo mengakibatkan lautan pasir tergenang air. Beberapa motor warga terperangkap banjir. Sebagian lain memutuskan menanti banjir reda karena tinggi air lumayan besar.

Sebuah video tersebar di beberapa grup whatsapp dan disebarkan berulang-ulang. Video itu memperlihatkan bagaimana beberapa orang yang diduga warga di daerah lautan pasir Bromo menolong pemotor yang terperangkap banjir.

Informasi yang dikumpulkan Lensa warta, banjir terjadi di lautan pasir di daerah Bukit Dingklik, Desa Wonokitri, Tosari, Pasuruan. Banjir dimulai saat hujan lebat terjadi sejak pukul 11.00 WIB. Terlihat dalam video selama 30 detik itu, tinggi banjir sampai betis orang dewasa.

Pasir bercampur air dengan arus yang cukup kencang terlihat menghambat warga yang mengendarai motor. “Hujan lebat, air dari Gunung Widodaren turun ke lautan pasir, lewat sana, tepat sebelum naik ke Penanjakan dari arah lautan pasir,” ujar tokoh masyarakat Tengger, Tosari, Widian Dharma Singgih, Selasa (9/1/2024).

Singgih menerangkan lokasi banjir adalah jalur air. Setiap hujan lebat, air dari atas memang melalui jalur itu. “Tapi tidak lama. Hujan berhenti, beberapa saat kemudian reda,” ungkapnya.

Singgih menyatakan bahwa beberapa pemotor yang berani menembus banjir itu memang sempat terperangkap. Namun sebagian besar bersabar menanti banjir reda.

“Warga yang pulang dari ladang. Sebagian lagi warga Brang Wetan dan Brang Kulon yang memang setiap hari melintas,” ungkap Singgih.

Artikel ini telah dibaca 58 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kelola Selokambang 10 Tahun, Pemkab Lumajang Tawarkan Rp 9,8 Miliar

5 Mei 2026 - 08:52 WIB

Indah Amperawati Persilakan Media Ungkap Kasus ASN Tanpa Batas: Silakan Tulis Apa Adanya

1 Mei 2026 - 15:48 WIB

Cegah Pungli, Aparat Gabungan Siaga di Jalur Rawan Tumpak Sewu

5 April 2026 - 12:23 WIB

Gerakan Indonesia Asri Bergulir di Pantai Bambang, Pemkab Lumajang Perkuat Komitmen Wisata Bersih

2 April 2026 - 15:28 WIB

Kapolres Lumajang Tegaskan Penanganan Pungli di Tempat Wisata, Laporkan Segera ke Polisi

29 Maret 2026 - 15:49 WIB

Tragedi Petir di Pantai Lumajang: 10 Wisatawan Tersambar, 1 Tewas, Kapolres Imbau Waspada

29 Maret 2026 - 15:19 WIB

Trending di Pariwisata