Bukan Hanya Ngopi, Ini Tentang Berdiri Tegak dan Komando - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan Jalan Baru Pasrujambe Buka Akses Ekonomi dan Percepat Pertumbuhan Desa

Kuliner · 13 Jul 2025 08:19 WIB ·

Bukan Hanya Ngopi, Ini Tentang Berdiri Tegak dan Komando


 Bukan Hanya Ngopi, Ini Tentang Berdiri Tegak dan Komando Perbesar

Lumajang, – Di sebuah kedai sederhana berlatar lapangan dan Jalan di Desa Kandang Tepus, Kecamatan Senduro, secangkir espresso disajikan tanpa gula. Tidak ada hiasan, tidak ada gimmick, hanya aroma kuat dan keyakinan penuh, kopi ini akan membuatmu “berdiri tegak”.

Itulah istilah khas dari Siswanto, sang pemilik kedai yang akrab disapa Pak Sis. Bagi pria paruh baya yang juga petani sekaligus peracik kopi itu, kopi bukan hanya minuman. Kopi adalah komando. Sebuah energi, semangat, dan kadang sedikit lelucon dewasa yang membuat semua pengunjungnya tertawa.

“Kalau malam Jumat, ya kuat, Mas. Hahaha. Tapi serius, kopi itu bisa jadi penyemangat. Kalau diseduh dan diminum dengan benar, tanpa gula, efeknya luar biasa,” ungkapnya sambil tertawa, Minggu (13/7/25).

Baca juga: Bodi Tipis, Rasa Lengkap: Kopi Lumajang Bukan Sekadar Minuman

Pak Sis punya prinsip: kopi harus dinikmati murni. Tanpa pemanis. Bahkan ia menyindir kopi instan yang dikonsumsi dengan cara “digunting”.

“Saya bilang ke tamu, jangan minum kopi saset. Karena itu bukan kopi, itu campuran. Minumlah kopi asli, kopi hidup,” katanya sembari menunjukkan biji kopi yang disangrai sendiri dengan teknik tradisional.

Lumajang dan Bali Perkuat Diplomasi Budaya Nusantara Jelang Piodalan di Kaki Semeru

Menurutnya, kekuatan kopi sejati justru hadir saat ia tidak dimanipulasi rasa. Saat tubuh menerima rasa pahit, asam, dan manis alami dalam satu kesatuan, di situlah muncul efek “komando”.

“Yang bikin badan lemas itu bukan kopinya, tapi gulanya. Kalau tanpa pemanis, kopi itu bikin cucu kuat. Kopi asli itu penguat, bukan pelemah,” tegasnya.

Istilah “berdiri tegak” ala Pak Sis memang mengundang tawa, tapi sejatinya ia sedang menyampaikan sesuatu yang lebih dalam, tentang energi hidup. Tentang bagaimana secangkir espresso bisa mengubah hari, bahkan niat.

“Minum kopi, bukan cuma soal rasa. Tapi soal semangat. Bangun pagi, ngopi, terus kerja. Fokus. Bikin hati tenang. Itu namanya berdiri tegak, bukan cuma badan, tapi niat kita,” jelasnya penuh semangat.

Setiap cangkir kopi yang disajikan Pak Sis tak pernah lepas dari edukasi. Ia menjelaskan proses kopi dari biji ke gelas, kenapa sebaiknya tidak pakai gula, bagaimana cara minum yang benar, bahkan teknik “uansut” (menyesap pelan-pelan) juga ia kenalkan.

“Kalau langsung selep, ya enggak kerasa nikmatnya. Pelan-pelan, sedikit-sedikit. Itu cara menikmati hidup juga,” tuturnya sambil tersenyum.

“Ia meyakini, kalau orang bisa memahami dan menghargai kopi dengan cara yang benar, mereka juga bisa lebih menghargai tubuh dan pikirannya,” tambahnya dengan nada serius.

Tidak hanya itu, kata dia, lebih dari sekadar minuman, kopi bagi Pak Sis adalah pengingat untuk hidup lebih sadar. Ia selalu mengajak tamunya untuk berhenti sejenak, menyeruput kopi, dan berbicara tentang hal-hal penting tentang kerja, keluarga, dan harapan.

“Saya sering lihat, orang ngopi tapi pikirannya ke mana-mana. Padahal kalau kita benar-benar hadir waktu minum kopi, kita bisa dapat banyak. Termasuk semangat hidup,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Dapur Kecil di Gang Kalisono, Roti Tawar Bantal Fita Bakery Jadi Andalan Warga Lumajang

4 Desember 2025 - 16:26 WIB

Teknik Masak Unik, Kepala Kambing Dibakar 20 Menit Sebelum Diolah, Tengkleng Lumajang Jadi Buruan

2 Desember 2025 - 17:30 WIB

Ibu Rumah Tangga di Lereng Semeru Raup Jutaan Rupiah dari Keripik Salak Pondoh

2 Desember 2025 - 17:16 WIB

Sate Torpedo Jadi Buruan Pengunjung di Lumajang, Apa Rahasianya?

1 Desember 2025 - 19:38 WIB

Mie Ayam Sak Wajan, Tren Kuliner Lumajang yang Bikin Pengunjung Penasaran

1 Desember 2025 - 19:29 WIB

Donat Lapis Tugu Malang Jadi Incaran Warga, Murah Meriah dengan Rasa Premium

27 Agustus 2025 - 18:34 WIB

Trending di Daerah