Ibu Rumah Tangga di Lereng Semeru Raup Jutaan Rupiah dari Keripik Salak Pondoh - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Kuliner · 2 Des 2025 17:16 WIB ·

Ibu Rumah Tangga di Lereng Semeru Raup Jutaan Rupiah dari Keripik Salak Pondoh


 Ibu Rumah Tangga di Lereng Semeru Raup Jutaan Rupiah dari Keripik Salak Pondoh Perbesar

Lumajang, – Di tengah melimpahnya hasil pertanian di lereng Gunung Semeru, seorang ibu rumah tangga asal Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, berhasil mengubah potensi lokal menjadi peluang usaha bernilai tinggi.

Adalah Siska Dita Anggraini (37), yang kini mampu meraup omzet hingga Rp 7 juta per bulan dari produksi keripik salak pondoh.

Pantauan Lensawarta.com di lokasi produksinya menunjukkan sejumlah pekerja, yang merupakan tetangga Siska sendiri, sibuk mengupas salak matang, membelahnya, dan mengeluarkan bijinya sebelum masuk tahap pengolahan lebih lanjut.

Setelah dibekukan selama 24 jam, daging salak diproses dengan mesin vacuum fryer selama satu jam, kemudian dimasukkan ke mesin spinner untuk menghilangkan sisa minyak hingga menjadi keripik salak yang renyah dan siap dikemas.

Usaha ini telah dirintis Siska sejak tahun 2021, berawal dari kepekaannya melihat potensi buah salak yang sangat melimpah di Lumajang.

“Ide awal membuat keripik salak karena melihat peluang buah salak yang melimpah di Kabupaten Lumajang,” kata Siska, Selasa (2/12/2025).

Dengan proses produksi yang terukur dan higienis, Siska mampu mengolah 60 kilogram salak sekali produksi, menghasilkan keripik salak dengan rasa manis alami khas salak pondoh.

Produk ini dijual dengan harga Rp 15.000 per bungkus (50 gram), dan diminati masyarakat karena cita rasanya yang unik dan menjadi oleh-oleh khas lereng Semeru.

Pemasaran keripik salak pondoh buatan Siska pun kini tak hanya terbatas di Lumajang. Produk tersebut telah merambah berbagai kota, termasuk Yogyakarta dan Bima, menunjukkan tingginya permintaan dan kualitas produk UMKM lokal tersebut.

“Untuk pemasaran Alhamdulillah sudah sampai keluar kota seperti Yogyakarta dan kota Bima,” kata Siska.

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warung Kopi Kayubi dan Cerita Secangkir Kopi dari Tanah Lumajang

7 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Aston Inn Lumajang Hadirkan Sensasi Kuliner Tokyo Selama Enam Bulan

26 Juli 2026 - 12:20 WIB

Menyusuri Cita Rasa Lereng Semeru, Berburu Kuliner Khas Senduro yang Menghangatkan Perjalanan

26 Juni 2026 - 14:35 WIB

Dari Nenek hingga Cucu, Kisah Umi Jamilah Merawat Warisan Tempe Keluarga

15 Juni 2026 - 22:53 WIB

Kuliner dan Panorama, Rumah Makan di Lumajang yang Sajikan Pemandangan Alam

5 April 2026 - 13:26 WIB

Di Pematang Sawah Randuagung, Hangatnya Kebersamaan Mengalahkan Segala Kemewahan

26 Maret 2026 - 15:10 WIB

Trending di Kuliner