Bukan Hanya Ngopi, Ini Tentang Berdiri Tegak dan Komando - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung

Kuliner · 13 Jul 2025 08:19 WIB ·

Bukan Hanya Ngopi, Ini Tentang Berdiri Tegak dan Komando


 Bukan Hanya Ngopi, Ini Tentang Berdiri Tegak dan Komando Perbesar

Lumajang, – Di sebuah kedai sederhana berlatar lapangan dan Jalan di Desa Kandang Tepus, Kecamatan Senduro, secangkir espresso disajikan tanpa gula. Tidak ada hiasan, tidak ada gimmick, hanya aroma kuat dan keyakinan penuh, kopi ini akan membuatmu “berdiri tegak”.

Itulah istilah khas dari Siswanto, sang pemilik kedai yang akrab disapa Pak Sis. Bagi pria paruh baya yang juga petani sekaligus peracik kopi itu, kopi bukan hanya minuman. Kopi adalah komando. Sebuah energi, semangat, dan kadang sedikit lelucon dewasa yang membuat semua pengunjungnya tertawa.

“Kalau malam Jumat, ya kuat, Mas. Hahaha. Tapi serius, kopi itu bisa jadi penyemangat. Kalau diseduh dan diminum dengan benar, tanpa gula, efeknya luar biasa,” ungkapnya sambil tertawa, Minggu (13/7/25).

Baca juga: Bodi Tipis, Rasa Lengkap: Kopi Lumajang Bukan Sekadar Minuman

Pak Sis punya prinsip: kopi harus dinikmati murni. Tanpa pemanis. Bahkan ia menyindir kopi instan yang dikonsumsi dengan cara “digunting”.

“Saya bilang ke tamu, jangan minum kopi saset. Karena itu bukan kopi, itu campuran. Minumlah kopi asli, kopi hidup,” katanya sembari menunjukkan biji kopi yang disangrai sendiri dengan teknik tradisional.

Lumajang dan Bali Perkuat Diplomasi Budaya Nusantara Jelang Piodalan di Kaki Semeru

Menurutnya, kekuatan kopi sejati justru hadir saat ia tidak dimanipulasi rasa. Saat tubuh menerima rasa pahit, asam, dan manis alami dalam satu kesatuan, di situlah muncul efek “komando”.

“Yang bikin badan lemas itu bukan kopinya, tapi gulanya. Kalau tanpa pemanis, kopi itu bikin cucu kuat. Kopi asli itu penguat, bukan pelemah,” tegasnya.

Istilah “berdiri tegak” ala Pak Sis memang mengundang tawa, tapi sejatinya ia sedang menyampaikan sesuatu yang lebih dalam, tentang energi hidup. Tentang bagaimana secangkir espresso bisa mengubah hari, bahkan niat.

“Minum kopi, bukan cuma soal rasa. Tapi soal semangat. Bangun pagi, ngopi, terus kerja. Fokus. Bikin hati tenang. Itu namanya berdiri tegak, bukan cuma badan, tapi niat kita,” jelasnya penuh semangat.

Setiap cangkir kopi yang disajikan Pak Sis tak pernah lepas dari edukasi. Ia menjelaskan proses kopi dari biji ke gelas, kenapa sebaiknya tidak pakai gula, bagaimana cara minum yang benar, bahkan teknik “uansut” (menyesap pelan-pelan) juga ia kenalkan.

“Kalau langsung selep, ya enggak kerasa nikmatnya. Pelan-pelan, sedikit-sedikit. Itu cara menikmati hidup juga,” tuturnya sambil tersenyum.

“Ia meyakini, kalau orang bisa memahami dan menghargai kopi dengan cara yang benar, mereka juga bisa lebih menghargai tubuh dan pikirannya,” tambahnya dengan nada serius.

Tidak hanya itu, kata dia, lebih dari sekadar minuman, kopi bagi Pak Sis adalah pengingat untuk hidup lebih sadar. Ia selalu mengajak tamunya untuk berhenti sejenak, menyeruput kopi, dan berbicara tentang hal-hal penting tentang kerja, keluarga, dan harapan.

“Saya sering lihat, orang ngopi tapi pikirannya ke mana-mana. Padahal kalau kita benar-benar hadir waktu minum kopi, kita bisa dapat banyak. Termasuk semangat hidup,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menyusuri Cita Rasa Lereng Semeru, Berburu Kuliner Khas Senduro yang Menghangatkan Perjalanan

26 Juni 2026 - 14:35 WIB

Dari Nenek hingga Cucu, Kisah Umi Jamilah Merawat Warisan Tempe Keluarga

15 Juni 2026 - 22:53 WIB

Kuliner dan Panorama, Rumah Makan di Lumajang yang Sajikan Pemandangan Alam

5 April 2026 - 13:26 WIB

Di Pematang Sawah Randuagung, Hangatnya Kebersamaan Mengalahkan Segala Kemewahan

26 Maret 2026 - 15:10 WIB

Antara Aroma dan Kenangan, Menapak Jejak Kopi di Tanah Lumajang

26 Maret 2026 - 14:32 WIB

Menjelajah Kuliner Lumajang, Rekomendasi Sajian Legendaris & Modern untuk Libur Lebaran

26 Maret 2026 - 14:07 WIB

Trending di Kuliner