Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lumajang menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, kepedulian, dan semangat membangun daerah. Melalui keteladanan Rasulullah SAW, masyarakat diajak menjaga Lumajang tetap aman, rukun, religius, dan sejahtera.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Lumajang Indah Amperawati saat menghadiri Lailatul Ijtima’ di Gedung Soejono Lumajang, Jumat (21/8/2026) malam.
Kegiatan itu juga dirangkai dengan Mujahadah Kader NU Lumajang, doa untuk kesuksesan Muktamar NU, serta peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Cinta Rasul Harus Tercermin dalam Kehidupan
Bunda Indah mengajak masyarakat, khususnya kader Nahdlatul Ulama (NU), menjadikan Maulid Nabi di Lumajang bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, peringatan tersebut harus menjadi kesempatan untuk menerapkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Semakin kita mencintai Rasulullah SAW, seharusnya semakin baik pula akhlak kita, semakin kuat persaudaraan kita, semakin besar kepedulian kita kepada masyarakat, dan semakin nyata kontribusi kita bagi bangsa dan negara,” ujar Bunda Indah.
Menurutnya, keteladanan Rasulullah SAW memiliki relevansi kuat dalam kehidupan bermasyarakat. Sebab, pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan kemajuan fisik. Masyarakat juga membutuhkan kepedulian, toleransi, dan semangat kebersamaan.
Bunda Indah juga menilai NU memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Lumajang. Pesantren, madrasah, masjid, mushalla, lembaga pendidikan, badan otonom, majelis taklim, para kiai, serta kader NU terus berkontribusi dalam berbagai bidang.
Kontribusi tersebut mencakup keagamaan, pendidikan, sosial, ekonomi, hingga kebangsaan.
“Di Lumajang, NU telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat,” katanya.
Lailatul Ijtima’ Jadi Ruang Memperkuat Kebersamaan
Bunda Indah mengapresiasi PCNU Kabupaten Lumajang yang terus menghidupkan kegiatan keagamaan. Selain itu, Lailatul Ijtima’ juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat konsolidasi kader.
Bagi masyarakat, forum tersebut memiliki makna yang lebih luas. Tidak hanya menjadi ruang untuk berkumpul dan berdoa, kegiatan itu juga membuka kesempatan bagi warga untuk memperkuat hubungan sosial serta meningkatkan kepedulian terhadap persoalan di lingkungan sekitar.
“Semoga Lailatul Ijtima’ ini menjadi momentum untuk semakin memperkuat kebersamaan, menyatukan langkah, dan memperkokoh peran NU dalam memberikan manfaat bagi masyarakat Lumajang,” tuturnya.
Selanjutnya, Bunda Indah mengajak seluruh masyarakat menjaga persaudaraan dan menghormati perbedaan. Menurutnya, sikap tersebut penting untuk merawat kehidupan sosial yang harmonis.
“Mari kita jaga persaudaraan, kita hormati perbedaan, dan kita terus menanamkan nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin dalam kehidupan sehari-hari,” ajaknya.
Doa Bersama untuk Lumajang yang Aman dan Sejahtera
Rangkaian Maulid Nabi, istighotsah, dan doa bersama diharapkan membawa keberkahan bagi Kabupaten Lumajang. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga keamanan, ketenteraman, dan kesejahteraan masyarakat.
Bunda Indah berharap nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan Maulid Nabi dapat terus hadir dalam kehidupan sehari-hari. Persaudaraan, kepedulian, toleransi, dan semangat membantu sesama menjadi bagian penting dalam membangun daerah.
“Semoga dengan keberkahan Maulid Nabi Muhammad SAW, dengan lantunan istighotsah dan doa kita malam ini, Kabupaten Lumajang senantiasa mendapatkan keberkahan, dijauhkan dari berbagai musibah, diberikan keamanan, ketenteraman, kemajuan, dan kesejahteraan,” pungkasnya.
Pada akhirnya, Maulid Nabi bukan hanya tentang mengenang kelahiran Rasulullah SAW. Lebih jauh, momentum tersebut mengajak masyarakat menghadirkan keteladanan beliau melalui akhlak, kepedulian, persaudaraan, dan kontribusi nyata bagi sesama.
Dengan semangat tersebut, kebersamaan masyarakat diharapkan terus menjadi kekuatan untuk menjaga Lumajang sebagai daerah yang rukun, aman, religius, dan semakin sejahtera.
Tinggalkan Balasan