Bukan Sekadar Menunggu Azan, Pemuda Lumajang Ngabuburit dengan Lari Pakai Gamis - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung

Kesehatan dan Olah Raga · 5 Mar 2026 16:37 WIB ·

Bukan Sekadar Menunggu Azan, Pemuda Lumajang Ngabuburit dengan Lari Pakai Gamis


 Bukan Sekadar Menunggu Azan, Pemuda Lumajang Ngabuburit dengan Lari Pakai Gamis Perbesar

Lumajang, – Suasana senja di bulan Ramadan biasanya diisi dengan aktivitas santai menunggu waktu berbuka. Namun di Lumajang, sekelompok pemuda justru memilih cara berbeda untuk menghabiskan waktu ngabuburit.

Mereka berlari mengelilingi Alun-Alun Lumajang sambil mengenakan gamis.

Pemandangan itu terlihat unik. Kain gamis yang biasanya identik dengan langkah tenang menuju masjid, kini justru berkibar tertiup angin mengikuti derap sepatu lari di atas trotoar.

Para pemuda yang tergabung dalam komunitas Footnote ini memanfaatkan waktu menjelang berbuka dengan olahraga ringan. Salah satu anggotanya, Irfan Sumanjaya, mengatakan bahwa berpuasa bukan alasan untuk bermalas-malasan.

“Puasa itu bukan berarti mentolerir malas-malasan. Tubuh harus tetap bergerak agar tetap fit saat beribadah,” katanya, Kamis (5/3/2026).

Biasanya mereka berlari selama 20 hingga 45 menit mengelilingi alun-alun sambil menunggu azan Maghrib. Menurut Irfan, kebiasaan ini membuat tubuh terasa lebih bugar setelah berbuka puasa. Selain itu, olahraga juga membantu mengontrol gula darah dan membakar lemak.

Pemuda lainnya, Rifki Danwanus, menjelaskan bahwa penggunaan gamis bukan hanya untuk gaya. Pakaian tersebut memudahkan mereka langsung menuju masjid untuk melaksanakan salat Maghrib setelah selesai berlari.

“Habis lari nanti langsung cari takjil di masjid sekalian salat Maghrib,” kata dia.

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dokter: Luka Bakar di Atas 40 Persen Sudah Berbahaya, Korban Semeru Capai 80 Persen

20 Juni 2026 - 14:32 WIB

Anggaran BPJS Kesehatan Lumajang 2026 Masih Kurang Rp1,2 Miliar

29 Mei 2026 - 11:13 WIB

DPRD PDI Perjuangan Lumajang Serap Aspirasi Warga Terkait Layanan BPJS

25 Mei 2026 - 21:48 WIB

Puluhan Anak Terindikasi Kelainan Jantung, RS Siti Khodijah Lakukan Jemput Bola di Lumajang

23 Mei 2026 - 15:49 WIB

Bupati Lumajang Gandeng AMS dan Rumah Sakit untuk Deteksi Dini Kelainan Jantung Anak

23 Mei 2026 - 15:42 WIB

Legislator PDIP Lumajang Siapkan Pendampingan Warga Berobat hingga Transportasi Gratis

17 Mei 2026 - 19:07 WIB

Trending di Kesehatan dan Olah Raga