Kematian Pasien di RSUD Haryoto, Kesaksian Keluarga dan Manajemen Berbeda - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 8 Agu 2026 11:34 WIB ·

Kematian Pasien di RSUD Haryoto, Kesaksian Keluarga dan Manajemen Berbeda


 Kematian Pasien di RSUD Haryoto, Kesaksian Keluarga dan Manajemen Berbeda Perbesar

Lumajang, – Kematian seorang pasien di RSUD dr Haryoto Lumajang memicu sorotan terhadap pelayanan tenaga kesehatan.

Keluhan keluarga pasien yang diunggah melalui Facebook berkembang menjadi perbincangan di media sosial setelah sejumlah warganet ikut membagikan pengalaman mereka.

Pemilik akun Facebook Samsul Arifin menyebut ibunya masuk RSUD dr Haryoto pada Kamis dini hari, 6 Agustus 2026, sekitar pukul 01.00 WIB.

Karena ruang perawatan penuh, pasien ditempatkan di ruang standar berkapasitas tiga tempat tidur.

Menurut Samsul, ibunya sempat menjalani penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) karena tekanan darah rendah.

Setelah mendapatkan cairan infus, tekanan darah pasien disebut kembali normal dan kemudian dipindahkan ke Ruang Melati.

Namun, kondisi pasien berubah setelah berada di ruang perawatan. Samsul menulis ibunya mengalami batuk disertai darah. Ia mengaku telah melaporkan kondisi tersebut kepada perawat, tetapi diminta menunggu.

Keluhan itu kemudian memunculkan berbagai komentar di akun TikTok Lensawarta.com. Sejumlah warganet membagikan pengalaman pribadi mereka ketika keluarga menjalani perawatan di RSUD dr Haryoto.

Akun @FATIR, misalnya, menceritakan pengalaman ayahnya pada 2019. Ia mengaku ayahnya mengalami kejang setelah meminum obat ketika kondisinya disebut mulai membaik.

Sementara akun @fianrian mengaku pernah membawa mertuanya ke RSUD dr Haryoto setelah mendapat rujukan. Ia menyoroti lamanya waktu menunggu di IGD hingga keluarganya mempertimbangkan untuk pindah rumah sakit.

Kesaksian lain datang dari akun @November. Ia mengaku ibunya meninggal di rumah sakit tersebut setelah infus habis dan disebut tidak segera diganti meski telah beberapa kali dilaporkan kepada perawat.

Akun @Ciicii🍂 juga mengaku pernah mengalami persoalan saat ayahnya dirawat. Ia menyebut sempat terjadi perdebatan dengan dokter mengenai penanganan ICU.

Namun, pengalaman para pengguna media sosial tersebut merupakan kesaksian pribadi dan tidak dengan sendirinya membuktikan adanya kesalahan pelayanan dalam kasus pasien Samsul.

Direktur RSUD dr Haryoto Lumajang, dr. Wawan Arwijanto, memberikan penjelasan berbeda mengenai kejadian tersebut.

Wawan membantah anggapan bahwa perawat terlambat memberikan penanganan. Menurut dia, ketika pasien tiba-tiba mengalami batuk darah, perawat langsung datang dan memberikan pertolongan.

“Perawat sudah datang, sudah memberikan pertolongan saat itu juga pada saat ada keluhan dari pasien. Hanya hasilnya tidak seperti yang diharapkan,” kata Wawan, Kamis (7/8/2026).

Menurut Wawan, pelayanan kesehatan tidak selalu berakhir sesuai harapan. Tindakan medis, kata dia, dapat diberikan, tetapi hasil akhirnya tidak selalu dapat menyelamatkan pasien.

Wawan menyebut pasien sejak awal datang dengan kondisi lemas setelah mengalami sakit kepala serta mual dan muntah di rumah.

“Soal keberadaan dokter, kami memastikan dokter jaga tersedia selama 24 jam,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 95 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lahan Makin Kering, Hasil Pisang Lumajang Turun hingga 40 Persen

4 Oktober 2026 - 08:01 WIB

1.974 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Mengapa 286 Masih Diproses?

2 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Terakhir Terlihat di Sekitar Makam, Warga Yosowilangun Diduga Tenggelam di Sungai Bondoyudo

1 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Dari 864.599 Rekam Dinamis KTP, Baru 44.975 Warga Lumajang Gunakan IKD

30 September 2026 - 12:05 WIB

1.600 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Berapa yang Lolos Verifikasi?

30 September 2026 - 11:50 WIB

Perbaikan Jalan Lumajang Mencapai Rp60 Miliar, Kok Bisa?

30 September 2026 - 08:41 WIB

Trending di Daerah