Pertanian Lumajang Sebagai Kekuatan Ekonomi - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung

Daerah · 22 Jun 2026 19:12 WIB ·

Bunda Indah Dorong Pertanian Lumajang Naik Kelas Lewat Produktivitas dan Hilirisasi


 Bunda Indah Dorong Pertanian Lumajang Naik Kelas Lewat Produktivitas dan Hilirisasi Perbesar

Pemerintah Kabupaten Lumajang terus mendorong pertanian Lumajang agar berkembang menjadi kekuatan ekonomi daerah yang lebih produktif, modern, dan berdaya saing. Pemerintah daerah tidak hanya menempatkan pertanian sebagai sektor produksi, tetapi juga sebagai sumber nilai tambah bagi masyarakat.

Bupati Lumajang Indah Amperawati menyampaikan hal tersebut saat memberikan Jawaban Pemerintah atas Pandangan Umum Fraksi terhadap Laporan Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Penyampaian itu berlangsung dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lumajang, Senin (15/6/2026).

Bupati yang akrab disapa Bunda Indah menjelaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah. Berdasarkan data pembangunan daerah, sektor pertanian menyumbang 31,98 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Lumajang.

Pertanian Jadi Kekuatan Ekonomi Lumajang

Bunda Indah menegaskan bahwa pertanian menjadi sektor penting karena menopang penghidupan banyak masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah perlu memperkuat sektor ini secara menyeluruh, mulai dari produktivitas, teknologi, infrastruktur, hingga pengembangan nilai tambah produk.

“Pertanian bukan hanya sektor ekonomi terbesar di Lumajang, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi banyak masyarakat. Karena itu, penguatan sektor ini harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan produktivitas, teknologi pertanian, hingga pengembangan nilai tambah produk,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan pertanian saat ini tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi. Petani juga perlu menghasilkan produk yang lebih efisien, berkualitas, dan mampu bersaing di pasar yang semakin dinamis.

Pemkab Lumajang menilai pertanian harus bergerak mengikuti kebutuhan zaman. Dengan produktivitas yang lebih baik, sektor ini dapat memberi manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani dan masyarakat.

Infrastruktur dan Teknologi Perkuat Produktivitas Petani

Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat infrastruktur pertanian sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan produktivitas. Pada tahun 2026, Pemkab Lumajang mengalokasikan pembangunan jaringan irigasi di sembilan lokasi.

Selain irigasi, pemerintah daerah juga menyiapkan pembangunan jalan usaha tani di 21 lokasi. Dukungan ini bertujuan memperlancar aktivitas petani, mulai dari akses menuju lahan hingga distribusi hasil pertanian.

Pemkab Lumajang juga terus mengembangkan modernisasi pertanian melalui pemanfaatan alat dan mesin pertanian. Penggunaan teknologi dapat membantu petani bekerja lebih efisien, menghemat waktu, dan meningkatkan kualitas hasil produksi.

Bunda Indah menilai dukungan infrastruktur dan teknologi harus berjalan seiring. Dengan cara itu, petani tidak hanya mampu meningkatkan hasil panen, tetapi juga memiliki fondasi yang lebih kuat untuk mengembangkan usaha pertanian.

Hilirisasi Produk Unggulan Dorong Nilai Tambah

Pemerintah Kabupaten Lumajang juga mengarahkan penguatan sektor pertanian pada pengembangan komoditas unggulan daerah. Salah satunya Pisang Mas Kirana yang masuk dalam Program One Country One Priority Product bersama Food and Agriculture Organization.

Bunda Indah menilai pengembangan komoditas unggulan dapat memperkuat posisi produk lokal di pasar yang lebih luas. Melalui hilirisasi, produk pertanian tidak hanya berhenti sebagai bahan mentah, tetapi dapat berkembang menjadi produk bernilai tambah.

Ia menegaskan bahwa pertanian masa depan harus mampu memberi manfaat lebih besar bagi petani dan masyarakat. Pemerintah daerah ingin mendorong pertanian agar semakin produktif, modern, dan memiliki daya saing tinggi.

“Kami ingin pertanian Lumajang terus berkembang menjadi sektor yang produktif, modern, dan memiliki nilai tambah sehingga kesejahteraan petani semakin meningkat,” tegasnya.

Melalui penguatan teknologi, infrastruktur, dan hilirisasi, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap sektor pertanian mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Dengan langkah tersebut, pertanian Lumajang diharapkan tidak hanya menjaga ketahanan ekonomi daerah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani secara nyata.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Usai Segoro Topeng Kaliwungu, Pemkab Lumajang Ajak Masyarakat Bersihkan Pantai Watu Pecak

29 Juni 2026 - 18:56 WIB

Hadiah Umroh Antar Desa Purwosono Raih Predikat Lunas PBB Sembilan Tahun Berturut-turut

29 Juni 2026 - 16:05 WIB

Tak Berhenti di Panggung, Pemkab Lumajang Tutup Segoro Topeng dengan Aksi Bersih Pantai

28 Juni 2026 - 22:21 WIB

Kelangkaan Solar Subsidi di Lumajang Berdampak pada Aktivitas Angkutan Pasir

26 Juni 2026 - 11:47 WIB

Ojol dan PKL Jadi Prioritas, Pemkab Lumajang Biayai BPJS Ketenagakerjaan bagi 9.000 Buruh Rentan

26 Juni 2026 - 11:03 WIB

Bupati Lumajang Tegur Kepala OPD yang Keluhkan Anggaran: Tak Siap, Bisa Diganti

25 Juni 2026 - 12:03 WIB

Trending di Daerah