Jalur Evakuasi Semeru Lumajang untuk Keamanan Warga - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 18 Jul 2026 18:44 WIB ·

Bunda Indah Usulkan 4 Jalur Evakuasi Semeru, Keselamatan Warga Lumajang Jadi Prioritas Utama


 Bunda Indah Usulkan 4 Jalur Evakuasi Semeru, Keselamatan Warga Lumajang Jadi Prioritas Utama Perbesar

Pemerintah Kabupaten Lumajang mengusulkan pembangunan Jalur Evakuasi Semeru Lumajang melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Tahun 2026. Usulan tersebut bertujuan meningkatkan keselamatan warga sekaligus memperkuat konektivitas di kawasan rawan bencana Gunung Semeru.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyampaikan usulan itu dalam Forum Diskusi Kunjungan Kerja Badan Anggaran DPR RI ke Provinsi Jawa Timur di Ruang Binaloka Adhikara, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Kamis (16/7/2026).

Empat Jalur Evakuasi Jadi Prioritas

Bunda Indah menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lumajang mengusulkan pembangunan dan peningkatan empat ruas jalan strategis. Selain mendukung aktivitas masyarakat, jalan tersebut akan berfungsi sebagai jalur evakuasi saat terjadi bencana.

“Kami saat ini mengusulkan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah sebanyak empat ruas jalan. Sebagian besar berada di kawasan pertanian, namun yang paling penting, ruas-ruas tersebut juga berfungsi sebagai jalur evakuasi masyarakat ketika terjadi bencana,” ujarnya.

Menurut Bunda Indah, kondisi geografis Lumajang yang berada di kawasan Gunung Semeru membuat pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada konektivitas. Sebaliknya, pembangunan jalan juga harus mendukung upaya mitigasi bencana.

Infrastruktur Dukung Keselamatan dan Ekonomi

Aktivitas Gunung Semeru kerap memicu awan panas guguran dan aliran lahar. Akibatnya, sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan sehingga membutuhkan perbaikan secara berkelanjutan.

Karena itu, pemerintah memandang Jalur Evakuasi Semeru Lumajang sebagai kebutuhan mendesak. Jalur tersebut akan memudahkan masyarakat menyelamatkan diri ketika aktivitas vulkanik meningkat.

Selain meningkatkan keselamatan, jalan tersebut juga memperlancar distribusi hasil pertanian. Dengan akses yang lebih baik, petani dapat mengangkut hasil panen secara lebih cepat dan efisien.

Pemkab Harapkan Dukungan Pemerintah Pusat

Bunda Indah menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di kawasan rawan bencana membutuhkan dukungan pemerintah pusat. Menurutnya, Kabupaten Lumajang tidak hanya membangun jalan baru, tetapi juga harus memperbaiki infrastruktur yang berulang kali terdampak bencana.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang terus menjaga keseimbangan antara pembangunan, pelayanan publik, dan penguatan mitigasi bencana di tengah berbagai tantangan fiskal.

Melalui usulan Jalur Evakuasi Semeru Lumajang, pemerintah berharap pemerintah pusat dapat memperkuat konektivitas wilayah sekaligus meningkatkan keselamatan masyarakat. Dengan infrastruktur yang tangguh, Lumajang diharapkan menjadi daerah yang lebih aman, produktif, dan siap menghadapi berbagai risiko bencana.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

IWS Senduro Salurkan Jariah Anggota untuk Kaum Duafa

19 Juli 2026 - 00:40 WIB

IWS Senduro Komitmen Seleksi Ketat Anggota Baru

19 Juli 2026 - 00:25 WIB

Pemkab dan DPRD Lumajang Selaraskan Perubahan APBD 2026 agar Program Lebih Tepat Sasaran

18 Juli 2026 - 19:10 WIB

Wisatawan Mancanegara Melonjak, Pariwisata Lumajang Kian Mendunia dan Dongkrak Ekonomi Warga

18 Juli 2026 - 19:07 WIB

Ekonomi Lumajang Tumbuh 5,35 Persen, Sektor Pertanian Tetap Jadi Penopang Utama

18 Juli 2026 - 18:55 WIB

Satu Nelayan Tewas, Dua Bertahan di Perahu Usai Diterjang Gelombang

17 Juli 2026 - 13:50 WIB

Trending di Daerah