Bupati Lumajang Gerakkan Program Kejar Paket untuk 48 Ribu Warga Tak Tamat SD - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Pendidikan · 31 Okt 2025 09:51 WIB ·

Bupati Lumajang Gerakkan Program Kejar Paket untuk 48 Ribu Warga Tak Tamat SD


 Bupati Lumajang Gerakkan Program Kejar Paket untuk 48 Ribu Warga Tak Tamat SD Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengambil langkah cepat untuk menekan angka warga yang belum menamatkan pendidikan dasar.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk turun langsung ke desa-desa mencari warga, terutama anak-anak, yang tidak bersekolah dan mendorong mereka mengikuti pendidikan formal maupun program kejar paket.

Langkah ini diambil setelah pemerintah daerah menemukan fakta mengejutkan: sebanyak 48.985 warga Lumajang belum lulus sekolah dasar (SD) atau sederajat, meski banyak di antaranya sudah berusia di atas 13 tahun.

Baca juga:67 Persen Warga Lumajang Belum Tamat SMP, Tantangan Serius Dunia Pendidikan

“Saya sudah minta Dinas Pendidikan untuk turun ke desa-desa, cari anak-anak yang tidak sekolah. Kalau masalahnya ekonomi, sekarang sekolah sudah gratis, bahkan kebutuhan seperti sepatu, tas, dan buku bisa kami bantu,” ujar Indah, Jumat (31/10/2025).

Berdasarkan data Dispendukcapil Lumajang tahun 2025, jumlah penduduk mencapai 1.125.725 jiwa.

Dari total tersebut, tercatat 145.387 orang belum lulus SD, padahal jumlah anak usia 6–13 tahun hanya 96.402 orang. Artinya, puluhan ribu di antaranya merupakan warga dewasa yang tidak menamatkan pendidikan dasar.

Baca juga:Program Makan Bergizi Gratis Tambah Kebutuhan Beras, Lumajang Pastikan Stok Aman

Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia dan peluang kerja masyarakat.

“Banyak perusahaan mensyaratkan ijazah pendidikan untuk rekrutmen. Karena itu, warga yang belum lulus SD atau SMP kami dorong ikut program kejar paket. Ijazah itu penting, meskipun sifatnya penyetaraan,” tegasnya.

Bupati menegaskan, program kejar paket bukan sekadar soal mendapatkan ijazah, melainkan bagian dari upaya membangun generasi cerdas dan mandiri di masa depan.

“Tidak ada alasan bagi warga Lumajang untuk tidak sekolah. Pemerintah hadir dan siap membantu,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari 5.655 Kini 1.700, Angka ATS Kota Malang Terus Menyusut

2 Februari 2026 - 09:20 WIB

Standar Industri Media Diterapkan dalam UKK Broadcasting SMKN Pasirian

30 Januari 2026 - 13:59 WIB

UKT Ditanggung Pemkot, Mahasiswa Berprestasi PTS Dapat Angin Segar

29 Januari 2026 - 16:33 WIB

Urusan Pendidikan Tak Sepenuhnya di Desa, Ini Penjelasan DPMD Lumajang

12 Januari 2026 - 15:31 WIB

Khofifah Perkuat Kerja Sama Pendidikan dan Perdagangan Jatim–Tiongkok

5 Januari 2026 - 12:31 WIB

Akses Masih Panas dan Berlumpur, Guru tak Bisa Menjangkau 46 Siswa Terdampak Lahar Semeru

10 Desember 2025 - 18:06 WIB

Trending di Pendidikan