67 Persen Warga Lumajang Belum Tamat SMP, Tantangan Serius Dunia Pendidikan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung

Pendidikan · 30 Okt 2025 12:33 WIB ·

67 Persen Warga Lumajang Belum Tamat SMP, Tantangan Serius Dunia Pendidikan


 67 Persen Warga Lumajang Belum Tamat SMP, Tantangan Serius Dunia Pendidikan Perbesar

Lumajang, – Sebanyak 67,27 persen warga Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tercatat belum lulus sekolah menengah pertama (SMP).

Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan.

Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Lumajang tahun 2025, jumlah penduduk Lumajang mencapai 1.125.725 jiwa.

Dari total tersebut, 754.638 warga atau sekitar 67,72 persen diketahui belum menamatkan pendidikan SMP atau sederajat.

Sekretaris Dispendukcapil Lumajang Yohanes Kobba menjelaskan bahwa kelompok warga yang belum tamat SMP dibagi menjadi tiga kategori.

Baca juga:Harga Daging Ayam Ras di Lumajang Turun Jadi Rp 34 Ribu per Kilogram

Pertama, warga yang belum sekolah sebanyak 215.286 jiwa, termasuk balita yang memang belum menempuh pendidikan. Kedua, warga yang belum tamat SD sebanyak 145.387 jiwa.

Sementara itu, kelompok ketiga adalah warga yang tamat SD namun tidak melanjutkan ke jenjang SMP, sebanyak 393.965 jiwa.

“Kelompok belum sekolah ini termasuk anak-anak atau bayi yang memang belum waktunya menempuh pendidikan,” ujar Yohanes, Kamis (30/10/2025).

Baca juga:Remaja dan Dewasa Paling Banyak Terjangkit ISPA di Lumajang

Menariknya, dari 393.965 warga yang telah menamatkan SD, hanya 50.365 orang yang berusia 13–16 tahun atau usia sekolah SMP. Artinya, sekitar 343.600 warga atau 30,63 persen di antaranya tercatat tidak melanjutkan pendidikan ke tingkat SMP.

Menurut Yohanes, tingginya persentase warga yang belum lulus SMP tidak sepenuhnya disebabkan oleh rendahnya minat sekolah, melainkan karena banyak warga belum memperbarui data kependudukan.

“Banyak masyarakat sudah kuliah atau bekerja, tapi di kartu keluarga masih tercatat pendidikan terakhir SD,” ujarnya.

Yohanes menekankan bahwa pembaruan data kependudukan sangat penting, baik bagi warga maupun pemerintah daerah. Data yang akurat akan menjadi dasar dalam merancang kebijakan pembangunan, termasuk penyaluran bantuan sosial dan program pendidikan agar tepat sasaran.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk memperbarui data pendidikan di kartu keluarga. Data yang valid tidak hanya mempermudah layanan publik, tapi juga menentukan arah kebijakan pemerintah,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

SMK Taruna Jember Jangan Hanya Ganti Seragam, Kurikulumnya Harus Menjawab Kebutuhan Industri

8 Juli 2026 - 12:24 WIB

Lamadjang: Sejarah yang Memilih Menari daripada Dilupakan

28 Juni 2026 - 18:07 WIB

Wabup Lumajang Dorong Lulusan SD Al Ikhlas Terus Kejar Cita-Cita Setinggi Langit

23 Juni 2026 - 11:09 WIB

Belajar Menyeduh Masa Depan dari Robusta Senduro

20 Juni 2026 - 09:31 WIB

Ketua TP PKK Lumajang Dorong Pendidikan Adaptif Hadapi Generasi Alpha

15 Mei 2026 - 17:14 WIB

Seto Mulyadi Ingatkan Orang Tua Cerdas Digital untuk Cegah Kekerasan di Ruang Siber

15 Mei 2026 - 11:24 WIB

Trending di Pendidikan