Bupati Lumajang Ikuti Rakor untuk Tata Kelola Pemerintahan Bebas Korupsi di Yogyakarta - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan Jalan Baru Pasrujambe Buka Akses Ekonomi dan Percepat Pertumbuhan Desa

Politik · 19 Mar 2025 12:39 WIB ·

Bupati Lumajang Ikuti Rakor untuk Tata Kelola Pemerintahan Bebas Korupsi di Yogyakarta


 Bupati Lumajang Ikuti Rakor untuk Tata Kelola Pemerintahan Bebas Korupsi di Yogyakarta Perbesar

Yogyakarta, 19 Maret 2025 – Bupati Lumajang, Hj. Indah Amperawati, atau yang biasa dipanggil Bunda Indah, hadir dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Kepala Daerah. Acara ini berlangsung di Jogja Expo Center dan dihadiri oleh kepala daerah seluruh Indonesia yang baru dilantik.

Tujuan Rakor ini jelas. Memperkuat komitmen kepala daerah untuk menciptakan pemerintahan yang bersih. Pemerintah harus transparan dan akuntabel. Dalam forum ini, pakar dari KPK dan Kementerian Dalam Negeri berbagi kiat mencegah korupsi.

Bunda Indah: Lumajang Siap Berubah
Bunda Indah menegaskan bahwa Kabupaten Lumajang siap untuk berubah.
Beberapa langkah yang akan diambil:
– Memperkuat sistem pengawasan.
– Meningkatkan pelayanan publik.
– Kebijakan daerah untuk kepentingan masyarakat.

Beliau menekankan, korupsi adalah penghalang besar bagi pembangunan daerah.

“Kami tidak akan memberi ruang untuk korupsi. Sistem pengawasan internal akan diperkuat. Kami juga akan dorong transparansi anggaran dan memastikan semua pegawai bekerja dengan integritas,” kata Bunda Indah.

Digitalisasi pemerintahan juga menjadi fokus. Hal ini bertujuan mengurangi penyalahgunaan anggaran.

Kerjasama Kepala Daerah untuk Birokrasi Bersih
Rakor ini juga menjadi tempat diskusi penting bagi kepala daerah. Sinergi antara pemerintah daerah, penegak hukum, dan masyarakat sangat penting. Semua harus ikut berperan dalam menciptakan birokrasi yang bersih.

Salah satu pemateri dari KPK menyampaikan strategi pencegahan korupsi, antara lain:
– Penerapan e-Government.
– Transparansi anggaran.
– Penguatan peran inspektorat daerah.

“Kami harap para kepala daerah bisa membawa semangat baru untuk membangun pemerintahan yang bersih di daerah masing-masing,” tambah pemateri dari Kemendagri.

Langkah Konkret untuk Lumajang Lebih Baik
Setelah rakor ini, Bunda Indah berkomitmen untuk menerapkan semua poin penting yang dibahas. Langkah-langkah yang akan diambil meliputi:
– Memperkuat pengawasan.
– Meningkatkan keterbukaan informasi publik.
– Mempercepat digitalisasi layanan pemerintahan.

“Kami ingin masyarakat Lumajang merasakan perubahan nyata. Dengan pemerintahan yang baik, pembangunan bisa lebih optimal dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” ujar Bunda Indah.

Dengan komitmen ini, berharap Kabupaten Lumajang bisa jadi contoh dalam tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPRD dan Pemkab Sama-sama Buka Kanal Aduan, Siapa yang Bertanggung Jawab?

26 Desember 2025 - 15:00 WIB

Wakil Ketua DPRD Kosong, Posisi Politik NasDem Jember Melemah

26 Desember 2025 - 10:53 WIB

17 DPC NasDem Jember Teken Mosi Tidak Percaya terhadap DPD

26 Desember 2025 - 10:40 WIB

Regenerasi Jadi Kunci, PDIP Lumajang Siapkan Mesin Partai Lebih Segar

21 Desember 2025 - 07:58 WIB

PDIP Jatim Konsolidasi Besar Jelang Pemilu 2029

21 Desember 2025 - 07:49 WIB

Penggugat Ibaratkan Bupati-Wabup Jember Sebagai Ponsel Satu Paket

28 November 2025 - 12:51 WIB

Trending di Politik