Bus Trans Jatim Butuh Dukungan Angkot Lokal, DPRD Malang Minta Skema Feeder Dipercepat - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Nasional · 10 Sep 2025 16:31 WIB ·

Bus Trans Jatim Butuh Dukungan Angkot Lokal, DPRD Malang Minta Skema Feeder Dipercepat


 Bus Trans Jatim Butuh Dukungan Angkot Lokal, DPRD Malang Minta Skema Feeder Dipercepat Perbesar

Malang, – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang menilai bahwa skema integrasi angkot sebagai feeder (angkutan pengumpan) Bus Trans Jatim perlu segera direalisasikan. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Dito Arief Nurakhmadi, dalam keterangannya pada Selasa (10/9/25).

Menurut Dito, keberadaan angkot lokal yang masih beroperasi di Kota Malang bisa dioptimalkan untuk mendukung sistem transportasi publik berbasis bus yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Keterlibatan angkot sebagai penghubung dari permukiman ke titik pemberhentian Bus Trans Jatim akan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat.

“Kami mendorong angkot eksisting dilibatkan dalam sistem Trans Jatim sebagai feeder. Ini penting agar masyarakat tidak kesulitan menjangkau halte bus, apalagi yang rumahnya jauh dari jalur utama,” kata Dito.

Baca juga: Masih Tunggu Juknis, Kemenag Lumajang Minta Warga Tak Salah Alamat Urus Haji

Dito menegaskan bahwa karena pengelolaan Bus Trans Jatim merupakan kewenangan Pemprov Jatim, maka diperlukan koordinasi lintas pemerintah.

Pemerintah Kota Malang harus menyusun dan mengajukan usulan berbasis kajian mengenai jalur angkot, titik kemacetan, dan kebutuhan pengguna angkutan umum.

“Harus ada perencanaan yang saling terintegrasi. Pemkot bisa menyusun kajian teknis, seperti data lebar jalan, volume kendaraan, dan pola pergerakan warga, lalu diajukan ke Pemprov sebagai dasar penyesuaian rute Bus Trans Jatim,” jelasnya.

Baca juga: Polisi Selidiki Penyebab Kematian Sopir Truk di Kapal Penyeberangan Lombok-Banyuwangi

Sebagai bagian dari skema integrasi transportasi, Dito mengusulkan agar Pemkot menyediakan gedung parkir di titik strategis seperti Jalan Veteran dan Jalan Soekarno Hatta. Nantinya, masyarakat dapat menitipkan kendaraan pribadi dan melanjutkan perjalanan menggunakan Trans Jatim.

“Jika sudah terintegrasi, masyarakat dari pinggiran bisa parkir kendaraan di lokasi tertentu, lalu naik bus ke pusat kota, misalnya ke Kayutangan atau lokasi publik lainnya,” tambah Dito.

Meskipun mendorong perluasan sistem Bus Trans Jatim, Dito menekankan pentingnya memperhatikan nasib sopir angkot yang sudah lama menggantungkan hidup dari layanan transportasi lokal. Ia menyarankan agar para sopir ini bisa dilibatkan dalam sistem baru, baik sebagai mitra operasional atau dalam bentuk lain yang tidak merugikan.

“Transformasi ini perlu pendekatan humanis. Jangan sampai sopir angkot tersingkir. Justru mereka bisa menjadi bagian dari sistem transportasi baru,” tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perhotelan Malang Siap Sambut 100 Ribu Jemaah NU, Tarif Tetap Stabil

3 Februari 2026 - 15:57 WIB

Erupsi Semeru Picu Hujan Abu di Senduro, Warga Keluhkan Aktivitas Harian Terganggu

3 Februari 2026 - 15:07 WIB

Jalan Rusak Tergerus Lahar, Warga Lumajang Terpaksa Lewati Area Persawahan

3 Februari 2026 - 13:50 WIB

Berpacu dengan Ancaman Lahar, Perbaikan Tanggul Sungai Regoyo Dikebut

3 Februari 2026 - 13:33 WIB

Gunung Semeru Tertutup Kabut, Aktivitas Vulkanik Level III Tetap Siaga

1 Februari 2026 - 11:45 WIB

Hadapi Ancaman Tahunan Semeru, Lumajang Siapkan Generasi Tangguh Bencana

30 Januari 2026 - 08:06 WIB

Trending di Nasional