Pemkot Surabaya Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Natal dan Tahun Baru 2026 - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 18 Des 2025 13:11 WIB ·

Pemkot Surabaya Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Natal dan Tahun Baru 2026


 Pemkot Surabaya Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Natal dan Tahun Baru 2026 Perbesar

Surabaya, – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kota Surabaya memastikan ketersediaan bahan pokok aman dan harga relatif stabil.

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Satgas Pangan rutin memantau pasokan dan distribusi komoditas penting, seperti cabai, bawang, daging, beras, hingga LPG.

Ketua Tim Kerja Pengendalian dan Distribusi BPSDA Kota Surabaya, Agung Supriyo Wibowo, mengatakan Pemkot aktif memastikan masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga wajar dan ketersediaan cukup.

“Kami rutin memantau pasokan dan mendistribusikannya agar tidak terjadi kelangkaan di masyarakat,” ujar Agung, Kamis (18/12/2025).

Meskipun harga cabai rawit sempat menyentuh Rp80.000 per kilogram akibat cuaca ekstrem, kini turun menjadi Rp50.000 per kilogram.

Harga bawang merah juga turun menjadi sekitar Rp35.000 per kilogram, sementara harga daging ayam stabil dan daging sapi berada di kisaran Rp115.000 per kilogram, masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp120.000.

“Saat ini, ketersediaan beras dan LPG sangat mencukupi, dengan indeks ketersediaan pangan beras di Surabaya mencapai angka 8, yang berarti stok aman hingga delapan bulan ke depan,” ucap dia.

Pemkot Surabaya juga memanfaatkan Kios TPID sebagai strategi menyalurkan bahan pokok langsung kepada pedagang dengan harga lebih rendah, sehingga mampu menahan kenaikan harga di pasar.

Selain itu, pengawasan barang olahan, termasuk parsel, dilakukan bekerja sama dengan BPOM untuk memastikan keamanan pangan dari segi tanggal kedaluwarsa, izin edar, hingga cacat produksi.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Surabaya untuk tidak panik belanja. Ketersediaan bahan pokok cukup dan terus diawasi ketat menjelang perayaan Nataru,” jelasnya.9

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hidup Rukun di Lereng Semeru, Kampung Pancasila Rawat Toleransi Sehari-hari

21 Mei 2026 - 13:29 WIB

Hari Kebangkitan Nasional Bukan Sekadar Seremoni, Ini Pesan Wabup Lumajang

20 Mei 2026 - 20:26 WIB

Lonjakan Wisman saat Lebaran, Lumajang Ungguli Surabaya dan Malang

24 April 2026 - 08:49 WIB

Kuota Pendakian Semeru Dibatasi 200 Orang per Hari, Wajib Booking Online

22 April 2026 - 18:00 WIB

Rp450 Ribu per Jam, Warga Lumajang Sewa Alat Berat dari Iuran Sendiri Untuk Perbaiki Tanggul Jebol

22 April 2026 - 12:55 WIB

Di Bawah Langit Semeru, Peternak Menjaga Alam, dan Alam Menjaga Susu Kambing Senduro

19 April 2026 - 14:42 WIB

Trending di Nasional