Cegah Hilangnya Pendaki, TNBTS Uji Coba Gelang RFID di Jalur Semeru - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 6 Jul 2025 09:20 WIB ·

Cegah Hilangnya Pendaki, TNBTS Uji Coba Gelang RFID di Jalur Semeru


 Cegah Hilangnya Pendaki, TNBTS Uji Coba Gelang RFID di Jalur Semeru Perbesar

Lumajang, – Kasus pendaki hilang yang sulit dilacak mendorong Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menerapkan gelang pelacak berbasis radio-frequency identification (RFID) di jalur pendakian Gunung Semeru. Uji coba penggunaan gelang ini saat ini dilakukan di dua titik, yaitu di Ranupani dan Ranu Kumbolo.

Langkah ini diambil sebagai respons atas risiko keselamatan yang masih tinggi dalam aktivitas pendakian ke gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut. TNBTS mencatat, proses evakuasi pendaki yang hilang atau tersesat seringkali memakan waktu lama akibat sulitnya pelacakan posisi secara real-time di medan yang luas dan ekstrem.

“Mendaki di kawasan Semeru tetap berisiko. Pendaki bisa tersesat, jatuh, bahkan hilang. Tak jarang proses evakuasi memerlukan waktu lama karena sulitnya melacak posisi pendaki,” ujar Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, Minggu (6/7/25).

Gelang RFID yang diuji coba ini dilengkapi dengan chip mini dan antena yang dapat memancarkan sinyal ke sejumlah pemancar yang tersebar di sepanjang jalur pendakian. Data dari chip akan dikirim ke sistem pusat dan dapat diakses oleh petugas dari pos-pos pengawasan.

“Chip akan mengirimkan data identitas pengguna, lokasi terakhir, dan informasi penting lainnya saat mendekati alat pembaca. Ini sangat membantu pelacakan jika terjadi sesuatu di jalur,” jelas Endrip.

Sistem ini menggunakan mekanisme tap in-tap out di titik-titik tertentu, yang saat ini baru tersedia di Ranupani sebagai pintu masuk pendakian dan Ranu Kumbolo, salah satu lokasi peristirahatan utama. Rencana ke depan, alat pembaca RFID akan diperluas ke lebih banyak titik untuk meningkatkan jangkauan pemantauan.

“Harapan kami, alat ini nantinya tersedia di semua pos pendakian agar pengawasan lebih menyeluruh dan cepat tanggap saat ada insiden,” ujarnya.

Selain penggunaan gelang RFID, calon pendaki Semeru tetap diwajibkan memenuhi persyaratan administrasi, termasuk menyerahkan KTP, kartu keluarga, serta data kesehatan sebelum diizinkan mendaki.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Panen Tembakau Lumajang: Kasturi Rp33-60 Ribu, PT AOI Disebut Serap Maksimal

20 September 2026 - 10:59 WIB

Semeru Level III, Diskominfo Lumajang Ingatkan Bahaya Hoaks: Foto Lama Bisa Picu Kepanikan

15 September 2026 - 13:22 WIB

Karhutla Blok Metigi Renteng Belum Sepenuhnya Tuntas, Asap Masih Terlihat di Medan Curam

14 September 2026 - 19:44 WIB

Kolom Abu Semeru Capai 1.000 Meter, BPBD Lumajang Perketat Pemantauan

14 September 2026 - 14:00 WIB

Tak Ada Titik Api di Jalur Pos 1-2 Ranu Kumbolo, BPBD Tetap Waspadai Asap di Watu Rejeng

14 September 2026 - 08:00 WIB

Satu Pendaki Ilegal Tersesat di Semeru, 7 Rekannya Berhasil Diamankan Petugas

9 September 2026 - 12:24 WIB

Trending di Nasional