Ratusan Hektare Lahan Rusak, PDI Perjuangan Beri Dukungan Tunai bagi Warga Supiturang - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 24 Nov 2025 16:33 WIB ·

Ratusan Hektare Lahan Rusak, PDI Perjuangan Beri Dukungan Tunai bagi Warga Supiturang


 Ratusan Hektare Lahan Rusak, PDI Perjuangan Beri Dukungan Tunai bagi Warga Supiturang Perbesar

Lumajang, – Abu vulkanik yang menutupi Desa Supiturang seakan menjadi saksi bisu tentang beratnya langkah warga untuk memulai kembali hidup mereka.

Erupsi Gunung Semeru bukan hanya merusak rumah, tetapi juga menghancurkan ratusan hektare lahan pertanian, memutus akses listrik, hingga membuat puluhan anak kehilangan bangunan sekolah. Namun di balik itu semua, berbagai tangan hadir untuk membantu warga berdiri kembali.

Bagi 85 penyintas Semeru, bantuan tunai sebesar Rp1,5 juta dari Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, MH. Said Abdullah, menjadi titik awal pemulihan.

Wakil Ketua DPD Jatim, Agus Wicaksono, bersama jajaran pengurus PDIP Jatim dan Fraksi PDIP DPRD Lumajang, hadir untuk melihat langsung dampak erupsi Gunung Semeru.

“Semoga bantuan ini bisa meringankan beban para penyintas erupsi Gunung Semeru,” kata Agus, Senin (24/11/2025).

Ia menyampaikan, ratusan hektare lahan pertanian di Supiturang kini rusak berat akibat material vulkanik, membuat banyak keluarga kehilangan satu-satunya sumber penghasilan.

Di sisi lain, pemulihan infrastruktur terus dikebut. PLN bergerak cepat memperbaiki jaringan yang padam sejak erupsi terjadi. Total 571 rumah sempat gelap gulita dan 36.216 pelanggan terdampak. Namun kini, seluruh pasokan listrik telah kembali menyala.

Petugas PLN memperbaiki 133 gardu distribusi dan satu penyulang yang rusak, mengembalikan beban hingga 3,72 megawatt dari kondisi padam sebelumnya. “Listrik bukan sekadar terang, itulah kunci berjalannya komunikasi darurat, dapur umum, layanan kesehatan, hingga aktivitas warga di pos pengungsian,” ucap dia.

Politisi Partai PDI Perjuangan itupun mengegaskan, tantangan terbesar justru terlihat dari dunia pendidikan. Gedung SD Negeri 02 Supiturang yang hancur tertimbun material erupsi membuat 94 siswanya harus dipindahkan ke SD Negeri 01 Supiturang.

“Tanpa seragam, tanpa sepatu, tanpa perlengkapan belajar, anak-anak itu tetap datang ke sekolah. Mereka belajar berbagi ruang, berbagi bangku, dan berbagi semangat,” tegasnya.

Meskipun, kata dia, fasilitas terbatas, semangat mereka tidak ikut terkubur. “Anak-anak tetap ingin belajar. Semua perlengkapan mereka tertimbun, tapi mereka tetap datang,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tiga Titik Karhutla di TNBTS, Satu Dikendalikan Dua Masih Membara

27 Agustus 2026 - 14:50 WIB

Api Belum Padam, 60 Personel Bikin Sekat Bakar di Jalur Pendakian Semeru

27 Agustus 2026 - 14:25 WIB

Kebakaran di Blok Ranu Kembang, Pendakian Semeru Ditutup dan Tiket Bisa Refund

26 Agustus 2026 - 21:20 WIB

Pemkab Lumajang Sambut Wacana Gaji PPPK Ditanggung Pusat, Berharap Rp100 Miliar Tetap Digelontorkan

24 Agustus 2026 - 13:42 WIB

Tanggul Curah Lengkong dan Dua Check Dam Supiturang Jadi Benteng Baru Hadapi Lahar Semeru

24 Agustus 2026 - 09:50 WIB

Merah Putih di Antara Tradisi dan Langit B29

17 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Trending di Nasional