Lumajang, – Sebanyak 852 rumah di kompleks relokasi Bumi Semeru Damai (BSD), Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, yang sebelumnya ditinggalkan penghuninya, kini akan dialihkan untuk warga terdampak erupsi Gunung Semeru tahun 2025 maupun korban banjir lahar hujan terbaru.
Perumahan BSD dibangun pemerintah pascaerupsi Semeru 2021 sebagai hunian tetap (huntap) bagi warga yang rumahnya rusak atau berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III.
Dari total 1.952 unit rumah yang tersedia, sekitar 1.100 rumah masih dihuni, sementara 852 unit lainnya kosong karena ditinggalkan pemiliknya yang kembali ke kampung lama.
Camat Candipuro, Shela Fazri, mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan ulang untuk memastikan jumlah pasti rumah yang tidak ditempati.
“Masih kita data lagi untuk memastikan jumlahnya, karena ada kemungkinan perubahan,” kata dia, Minggu (1/3/2026).
Menanggapi banyaknya rumah kosong, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan rumah yang ditinggalkan akan ditarik kembali oleh pemerintah.
“Yang kosong kita akan tarik, banyak warga yang lebih membutuhkan dan mau untuk tinggal di sana,” katanya.
Tinggalkan Balasan