Demo Buruh Bawa Bendera One Piece dan Tikus Berdasi, Sindir Pedas Pejabat - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 28 Agu 2025 14:29 WIB ·

Demo Buruh Bawa Bendera One Piece dan Tikus Berdasi, Sindir Pedas Pejabat


 Demo Buruh Bawa Bendera One Piece dan Tikus Berdasi, Sindir Pedas Pejabat Perbesar

Surabaya, – Aksi unjuk rasa buruh yang berlangsung di Surabaya, Kamis (28/8/2025), tak hanya diwarnai dengan teriakan tuntutan, tetapi juga simbol-simbol protes yang kreatif dan menyentil. Ribuan buruh yang tergabung dalam berbagai serikat pekerja, termasuk dari Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, hingga Tuban dan Jember, turun ke jalan membawa pesan perlawanan dengan cara yang unik.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah bendera Jolly Roger, lambang bajak laut dalam anime One Piece, yang dikibarkan oleh massa dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Dalam konteks aksi, bendera itu menjadi simbol semangat perlawanan terhadap ketidakadilan dan ketimpangan yang dirasakan buruh.

Tak kalah mencolok, seorang peserta aksi mengenakan kostum tikus berdasi, lengkap dengan segepok uang mainan dan tas bertuliskan Tikus-tikus beban rakyat 3 juta per hari.

Baca juga: Polrestabes Surabaya Ungkap 64 Kasus Curanmor, 47 Pelaku Ditangkap

Visual satir ini dimaksudkan sebagai kritik terhadap pejabat dan wakil rakyat yang dinilai menikmati fasilitas besar sementara buruh hidup dalam tekanan ekonomi.

Baca juga: KLB Campak di Lumajang: 42 Kasus Suspek, Imunisasi Rendah Jadi Sorotan

Simbol protes lainnya berupa keranda bertuliskan Matinya Moral Wakil Rakyat dan Matinya Hati Nurani Pejabat juga turut dibawa berkeliling oleh massa aksi. Simbol tersebut menjadi bentuk kekecewaan yang mendalam terhadap wakil rakyat dan elite pemerintahan yang dianggap gagal memperjuangkan hak-hak buruh.

“Hari ini kita berkumpul untuk menyaksikan ironi. Di negeri yang katanya merdeka, ternyata banyak pemerintah yang hidup bergelimang harta, sementara rakyat tercekik,” teriak salah satu orator dari atas mobil komando di frontage Jalan Ahmad Yani.

Massa yang awalnya berkumpul di depan Kejati Jatim kemudian bergerak menuju Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan. Perjalanan massa melintasi sejumlah ruas jalan utama seperti Jalan Wonokromo, Raya Darmo, Basuki Rahmat, hingga Embong Malang, menyebabkan kemacetan di beberapa titik. Lalu lintas di kawasan frontage Jalan Ahmad Yani pun sempat dialihkan.

Menurut Sekretaris PERDA KSPI Jatim, Jazuli, aksi ini merupakan bagian dari gerakan nasional buruh yang membawa enam tuntutan utama. Di antaranya adalah penghapusan sistem outsourcing (HOSTUM), penolakan upah murah, serta tuntutan kenaikan upah tahun 2026 sebesar 8,5–10,5 persen.

Selain itu, mereka juga mendesak penyelesaian kasus buruh outsourcing di PT Pradha Karya Perkasa, Mojokerto, yang dianggap belum mendapatkan keadilan.

Aksi buruh ini tidak hanya menunjukkan kekuatan massa, tetapi juga kecerdasan dalam menyampaikan pesan melalui simbol-simbol visual yang kuat dan mengena.

Artikel ini telah dibaca 64 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Erupsi Semeru Disertai Awan Panas 4,5 Kilometer dan Kolom Abu 1.000 Meter

19 Juni 2026 - 11:13 WIB

Aliansi Mahasiswa menggugat, Enam Tuntutan Dibawa ke DPRD Lumajang

18 Juni 2026 - 15:12 WIB

Kenaikan Harga Pertamax Jadi Perhatian Warga Lumajang, Antrean Pertalite Mengular

11 Juni 2026 - 08:47 WIB

Pelemahan Rupiah Mulai Tekan Harga Kebutuhan Pokok di Lumajang

9 Juni 2026 - 15:22 WIB

Dampak Pelemahan Rupiah, Harga Ban Motor di Lumajang Kini Tembus Rp 325 Ribu

7 Juni 2026 - 10:38 WIB

Dari Surabaya ke Pegangsaan Timur: Jejak Panjang Bung Karno Menuju Proklamasi Kemerdekaan

6 Juni 2026 - 16:25 WIB

Trending di Nasional