Dikelola Tim Ahli, Dapur Gizi Lumajang Pastikan Makanan Aman dan Bergizi - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 9 Sep 2025 17:56 WIB ·

Dikelola Tim Ahli, Dapur Gizi Lumajang Pastikan Makanan Aman dan Bergizi


 Dikelola Tim Ahli, Dapur Gizi Lumajang Pastikan Makanan Aman dan Bergizi Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan status gizi masyarakat melalui pengoperasian dua dapur umum Bantuan Gizi (MBG) yang kini aktif di Pagowan, Kecamatan Pasrujambe, dan Melawang, Kecamatan Klakah.

Program ini menyasar 3.750 penerima manfaat, termasuk anak sekolah, ibu hamil, balita, dan ibu menyusui. Yang membedakan dapur MBG dari program sejenis adalah sistem pengelolaannya yang berbasis profesional.

Setiap dapur didukung oleh tim ahli yang terdiri dari ahli gizi, kepala dapur, dan akuntan. Kehadiran tim ini menjadi kunci utama dalam menjamin kualitas makanan, keamanan pangan, dan transparansi distribusi bantuan.

Baca juga: Target Pajak Lumajang Bisa Naik, BPRD Optimis Capai Lebih dari Rp 170 Miliar

“Program ini tidak boleh dijalankan secara asal-asalan. Harus ada standar profesional dalam pengelolaan dapur, agar makanan yang diberikan benar-benar memenuhi kebutuhan gizi dan aman dikonsumsi,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, Selasa (9/9/25).

Selain itu, menu disusun berdasarkan rekomendasi Badan Gizi Nasional (BGN), dengan prinsip gizi seimbang, mencakup karbohidrat, protein hewani dan nabati, vitamin, serta mineral.

Baca juga: Libur Maulid, KAI Daop 9 Jember Layani 93 Ribu Penumpang

“Setiap bahan makanan yang digunakan dipastikan dalam kondisi segar dan bebas dari zat berbahaya. Proses pemasakan juga diawasi oleh kepala dapur berpengalaman, untuk memastikan standar kebersihan dan pengolahan makanan terpenuhi,” katanya.

Agus Triyono menyamoaikan, pengelolaan bahan pangan dilakukan secara proporsional dan efisien.

“Beras disimpan maksimal untuk kebutuhan satu minggu, sementara bahan pangan lainnya dibeli harian. Ini penting agar makanan tetap segar, bantuan tepat sasaran, dan tidak menimbulkan tekanan pada harga pasar lokal,” jelasnya.

Dapur MBG Lumajang diharapkan menjadi model pengelolaan bantuan pangan yang efektif, terstruktur, dan profesional. Dengan standar pengelolaan tinggi, Pemkab Lumajang memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan membawa dampak nyata bagi kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.

“Tujuan akhirnya adalah membangun generasi yang sehat dan kuat, yang dimulai dari pemenuhan gizi sejak dini dan pengelolaan bantuan yang benar,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 52 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Panen Tembakau Lumajang: Kasturi Rp33-60 Ribu, PT AOI Disebut Serap Maksimal

20 September 2026 - 10:59 WIB

Semeru Level III, Diskominfo Lumajang Ingatkan Bahaya Hoaks: Foto Lama Bisa Picu Kepanikan

15 September 2026 - 13:22 WIB

Karhutla Blok Metigi Renteng Belum Sepenuhnya Tuntas, Asap Masih Terlihat di Medan Curam

14 September 2026 - 19:44 WIB

Kolom Abu Semeru Capai 1.000 Meter, BPBD Lumajang Perketat Pemantauan

14 September 2026 - 14:00 WIB

Tak Ada Titik Api di Jalur Pos 1-2 Ranu Kumbolo, BPBD Tetap Waspadai Asap di Watu Rejeng

14 September 2026 - 08:00 WIB

Satu Pendaki Ilegal Tersesat di Semeru, 7 Rekannya Berhasil Diamankan Petugas

9 September 2026 - 12:24 WIB

Trending di Nasional