Lumajang, – Kawasan Desa Kandangan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, perlahan menyingkap pesona alamnya yang selama ini tersembunyi.
Di balik lebatnya hutan dan medan yang masih liar, tersimpan rangkaian air terjun eksotis yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga menawarkan tantangan bagi para pecinta wisata petualangan.
Empat air terjun telah berhasil dieksplorasi, sementara satu lainnya masih menyimpan misteri dengan nama yang penuh makna, Air Terjun Sekar Khayangan.
Potensi besar ini terungkap melalui kegiatan trekking yang dilakukan oleh Pemuda Pancasila Kabupaten Lumajang bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, dengan melibatkan langsung Kabid Destinasi Wisata Dispar Lumajang, Galih Permadi.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ketua Pemuda Pancasila Lumajang, Agus Setiawan, sebagai bagian dari upaya eksplorasi sekaligus pengenalan potensi wisata alam berbasis petualangan di wilayah Senduro.
Perjalanan menuju lokasi air terjun bukanlah perjalanan biasa. Jalur trekking yang dilalui masih sangat alami dan tergolong ekstrem. Peserta harus melewati jalan setapak di tengah hutan, tanjakan curam, turunan licin, bebatuan besar, serta jalur sempit yang menuntut kehati-hatian dan kekompakan tim.
Namun justru di situlah letak daya tarik utama Kandangan–Senduro. Trekking ekstrem ini menghadirkan sensasi petualangan autentik, di mana alam menjadi tantangan sekaligus keindahan yang menanti di ujung perjalanan.
Suasana hutan yang sejuk, udara segar, serta suara gemericik air yang terus mengiringi langkah menciptakan pengalaman yang sulit dilupakan.
Ketua Pemuda Pancasila Lumajang, Agus Setiawan, mengatakan jalur ekstrem tersebut menjadi nilai lebih bagi pengembangan wisata petualangan.
“Trekking ke Air Terjun Pikulun dan Manggisan jalurnya masih cukup ekstrem dan sangat menantang. Ini sangat cocok bagi penggemar trekking dan wisata petualangan yang mencari pengalaman berbeda,” kata dia, Minggu (18/1/2026).
Di tengah medan yang menguras tenaga, keindahan alam menjadi hadiah yang sepadan. Air Terjun Pikulun (Picolo) tampil dengan aliran air yang jernih, jatuh dari ketinggian dengan latar tebing alami dan vegetasi hijau yang rimbun. Kolam alami di bawahnya menambah kesan eksotis dan menjadi tempat beristirahat yang menenangkan.
Tak jauh dari sana, Air Terjun Manggisan menyuguhkan panorama yang tak kalah memukau. Debit air yang lebih deras, bebatuan besar di sekitarnya, serta lingkungan yang masih sangat alami menjadikan air terjun ini memiliki karakter kuat dan potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi unggulan.
Berdasarkan hasil penelusuran, kawasan Kandangan ternyata menyimpan empat air terjun utama yang tersebar di jalur trekking. Keempatnya memiliki keunikan tersendiri dan membentuk satu rangkaian wisata petualangan yang utuh.
Di balik empat air terjun yang telah berhasil dijangkau, tersimpan cerita tentang air terjun kelima yang dikenal dengan nama Air Terjun Sekar Khayangan. Nama tersebut menggambarkan keindahan bak “bunga dari kahyangan”, sebuah simbol keagungan dan keindahan alam yang luar biasa.
Namun hingga kini, air terjun tersebut masih menjadi misteri. Akses menuju lokasi dinilai sangat ekstrem dan berisiko, terutama pada musim hujan. Faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama sehingga jalur menuju Sekar Khayangan belum dibuka secara resmi.
Agus Setiawan mengungkapkan pembukaan jalur ke Air Terjun Sekar Khayangan sudah masuk dalam rencana ke depan.
“Selain empat air terjun yang sudah kita eksplor, ternyata ada air terjun kelima yaitu Sekar Khayangan. Insyaallah, next time kita buka jalur ke sana kalau sudah musim kemarau, supaya lebih aman,” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan