Fenomena El Nino Disebut Mirip Badai Seroja, BPBD Lumajang: Kita Harus Lebih Siap! - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 6 Nov 2025 06:44 WIB ·

Fenomena El Nino Disebut Mirip Badai Seroja, BPBD Lumajang: Kita Harus Lebih Siap!


 Fenomena El Nino Disebut Mirip Badai Seroja, BPBD Lumajang: Kita Harus Lebih Siap! Perbesar

Lumajang, – Fenomena El Nino yang sedang mengancam Indonesia disebut menyerupai kondisi badai Seroja yang pernah melanda beberapa wilayah di masa lalu.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat karena potensi cuaca ekstrem diperkirakan meningkat sejak November 2025 hingga Maret 2026.

Menurut Isnugroho, kondisi ini muncul akibat peningkatan suhu permukaan laut di wilayah Laut Jawa dan Samudra Hindia, yang memicu ketidakseimbangan pola cuaca.

Baca juga:Bau Belerang Tercium di Banjir Lumajang, BPBD Waspadai Aktivitas Gunung Semeru

“Kalau kita lihat data BMKG, suhu laut yang naik ini bisa menyebabkan El Nino yang dampaknya serupa dengan peristiwa Seroja. Itu sebabnya kami perlu mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada,” katanya, Kamis (6/10/2025).

Ia menambahkan, Indonesia saat ini berada dalam status Siaga 1 sebagaimana diumumkan oleh BMKG. Status ini mencakup wilayah dari Lampung hingga Jawa Timur, termasuk Kabupaten Lumajang.

Baca juga:Banjir Lumajang, Kepala Desa Minta Bantuan Alat Berat untuk Atasi Luapan Air

BPBD Lumajang kini tengah menyiapkan langkah mitigasi, seperti pemetaan wilayah rawan, peningkatan kesiapan posko siaga bencana, serta sosialisasi kepada masyarakat. Isnugroho juga mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan tanda-tanda perubahan cuaca ekstrem.

“Kami tidak ingin masyarakat panik, tapi kami minta semua pihak untuk lebih siap. Kita tidak tahu kapan fenomena ini memuncak, jadi lebih baik bersiap sejak dini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Isnugroho menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, aparat desa, dan kelompok masyarakat dalam menghadapi ancaman El Nino.

“Kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Semua pihak punya peran agar dampak yang mungkin muncul dapat diminimalkan,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskopindag Lumajang Cabut Tiga Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Usaha Sound System Tak Lagi Bisa Ajukan Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Wabup Lumajang Harap Kapolres Baru Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

5 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Bupati Lumajang Atur Jam Operasional PKL di Kawasan Alun-alun

5 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Pemkab Lumajang Kenakan Retribusi Tak Hanya di Pasar, Pertokoan Toga Juga Masuk

4 Agustus 2026 - 12:01 WIB

Kebakaran Hutan Picu Penutupan Jalur Wisata Bromo via Senduro

4 Agustus 2026 - 10:54 WIB

Trending di Daerah