Gema Berbaris Lumajang Membangun Karakter Religius - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 19 Okt 2025 17:04 WIB ·

“Gema Berbaris” Lumajang: Mencetak Generasi Madrasah yang Cerdas, Religius, dan Nasionalis


 “Gema Berbaris” Lumajang: Mencetak Generasi Madrasah yang Cerdas, Religius, dan Nasionalis Perbesar

Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), secara resmi meluncurkan program “Lumajang Gema Berbaris” (Gerakan Membangun Madrasah Berkarakter, Religius, dan Inspiratif) di Pendopo Arya Wiraraja, Jumat (17/10/2025).
Program ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam menjadikan madrasah sebagai pusat pembentukan karakter dan peradaban, bukan sekadar pilihan alternatif pendidikan.

Fokus pada Pembentukan Karakter dan Kompetensi Global

Melalui Gema Berbaris, siswa madrasah memperoleh pembelajaran bahasa Arab dan Inggris, penguatan ilmu agama, serta penanaman nilai kebangsaan dan spiritualitas.
Program ini bertujuan mencetak generasi muda yang cerdas, berakhlak, dan percaya diri menghadapi tantangan nasional maupun global.

“Dengan Gema Berbaris, anak-anak madrasah belajar menguasai bahasa internasional, memahami ajaran agama, dan menanamkan nilai kebangsaan. Semua dilakukan secara seimbang agar mereka tumbuh menjadi generasi berakhlak dan mencintai tanah air,” ujar Bunda Indah.

Madrasah Sebagai Arus Utama Pendidikan Bangsa

Menurut Bunda Indah, madrasah kini berperan penting dalam pembentukan karakter bangsa.
Keberhasilan siswa tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari kedalaman spiritual, semangat nasionalisme, dan kemampuan sosial yang berlandaskan moralitas.
Karena itu, ia menekankan pentingnya memperkuat peran madrasah sebagai pusat pembinaan karakter.

Bunda Indah juga mengajak seluruh guru, kepala madrasah, pengawas, dan orang tua untuk berkolaborasi menanamkan nilai religiusitas, nasionalisme, dan kreativitas.
“Mari jadikan Gema Berbaris sebagai tonggak transformasi pendidikan. Kita ciptakan generasi yang mampu memimpin dengan akhlak dan kecerdasan global,” tegasnya.

Membangun Budaya Literasi dan Kebangsaan

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, Achmad Faisol Saifullah, menjelaskan bahwa Gema Berbaris menumbuhkan budaya literasi bilingual sejak dini.
Siswa madrasah belajar menguasai bahasa Arab dan Inggris sekaligus menginternalisasi nilai agama dan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Madrasah yang kuat akan melahirkan generasi yang cerdas, religius, dan nasionalis. Program ini menjadi fondasi untuk membangun masyarakat Lumajang yang berkarakter dan bermartabat,” ujarnya.

Melalui Gema Berbaris, Pemerintah Kabupaten Lumajang menunjukkan komitmen untuk memperkuat madrasah sebagai laboratorium karakter bangsa.
Di madrasah, ilmu pengetahuan berpadu dengan iman dan nasionalisme.
Dari sinilah lahir generasi unggul yang siap membawa masa depan Lumajang menuju kemajuan yang berlandaskan nilai moral dan spiritual.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jenazah Korban Banjir Bandang Ditemukan Nelayan di Muara Sungai

4 Februari 2026 - 16:33 WIB

Puluhan Warga Antre Adopsi Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:50 WIB

Bidan Ceritakan Detik-Detik Kelahiran Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:40 WIB

Ekonomi Diduga Jadi Alasan Bayi Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:31 WIB

Bayi Laki-laki Diperkirakan Berusia Dua Hari Ditemukan di Warung Gorengan Senduro

4 Februari 2026 - 10:30 WIB

Puluhan Rumah Rusak dan Dapur Ambruk, Banjir Bandang Terjang Jember

3 Februari 2026 - 15:39 WIB

Trending di Daerah