Gempa 6,5 M Guncang Jawa Barat, Getaran Terasa Hingga Jakarta dan Jawa Timur, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 28 Apr 2024 09:15 WIB ·

Gempa 6,5 M Guncang Jawa Barat, Getaran Terasa Hingga Jakarta dan Jawa Timur, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami


 Gempa 6,5 M Guncang Jawa Barat, Getaran Terasa Hingga Jakarta dan Jawa Timur, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami Perbesar

Lensawarta – Sebuah gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,5 telah mengguncang wilayah selatan Jawa Barat pada hari Sabtu, 27 April 2024, pukul 23.29 WIB. Pusat gempa terdeteksi di Samudra Hindia, sekitar 156 kilometer barat daya Kabupaten Garut, dengan kedalaman 70 kilometer.

Warga Jakarta dan sekitarnya merasakan getaran pada malam yang sama, termasuk di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Menurut Adi Sukmono, 38 tahun, warga Jalan Pahlawan Trenggalek, gempa mulai terasa dengan ayunan ringan yang diikuti oleh suara gemuruh dan getaran kuat selama sekitar 5 hingga 7 detik.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Lumajang Hari Ini Minggu 28 April 2024, Yuk Simak Lebih Detail

Gempa ini juga dirasakan di Sukabumi dan Tasikmalaya dengan intensitas IV MMI, di Bandung dan Garut dengan intensitas III-IV MMI, serta di Tangerang, Tangsel, Bogor, DKI Jakarta, Kebumen, Banyumas, Cilacap, dan Purwokerto dengan intensitas III MMI. Di Bantul, Sleman, Kulonprogo, Trenggalek, dan Malang, intensitasnya tercatat pada II MMI.

Kepala BMKG, Daryono, menyatakan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa ini merupakan jenis intra-slab earthquake, yang terjadi akibat deformasi batuan dalam lempeng Indo-Australia yang tersubduksi di bawah lempeng Eurasia. “Mekanisme sumber gempa menunjukkan pergerakan naik (thrust fault),” jelas Daryono dalam keterangan resminya.

Baca Juga: 1 Juta WNI Berobat ke Luar Negeri, Jokowi Tantang Sistem Kesehatan Indonesia Menuju Standar Internasional

Hingga pukul 23.55 WIB, BMKG belum mendeteksi adanya gempa susulan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari otoritas setempat.

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Merah Putih di Antara Tradisi dan Langit B29

17 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Tangis Gibran Pecah di Hari Kemerdekaan, Lahir 17 Agustus dengan Berat 3,2 Kilogram

17 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Pantau Aktivitas Semeru, BPBD Lumajang Andalkan CCTV hingga Sistem EWS Berbasis AI

14 Agustus 2026 - 10:14 WIB

DPRD Jatim Minta Kontribusi Kendaraan Listrik terhadap Jalan Tak Dipukul Rata

12 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Karhutla TNBTS Meluas, Api Capai B29 dan Mengarah ke Sabana Pasuruan

9 Agustus 2026 - 15:45 WIB

Api Masih Membakar Hutan TNBTS Lumajang, Water Bombing Dilakukan untuk Jangkau Titik Sulit

9 Agustus 2026 - 07:24 WIB

Trending di Nasional