- Lumajang, – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru terpantau masih tinggi. Dalam periode pengamatan selama enam jam, Jumat (6/2/2026) pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, tercatat sebanyak 25 kali letusan terjadi dari gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut. Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga).
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan menghasilkan kolom asap setinggi sekitar 500 hingga 700 meter dari puncak kawah. Asap berwarna putih tebal hingga kelabu teramati condong ke arah timur laut.
Secara visual, gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut tipis. Asap kawah tidak teramati secara kontinu, namun aktivitas letusan masih berlangsung. Kondisi cuaca di sekitar gunung dilaporkan cerah, berawan hingga mendung, dengan angin bertiup lemah ke arah tenggara dan suhu udara berkisar 22–23 derajat Celsius.
Selain letusan, aktivitas kegempaan juga didominasi oleh gempa vulkanik. Tercatat empat kali gempa hembusan, satu kali tremor harmonik, serta satu kali gempa tektonik jauh. Durasi gempa letusan tercatat antara 98 hingga 206 detik dengan amplitudo maksimum mencapai 22 milimeter.
PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan kepada masyarakat. Warga diimbau tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.
Selain itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Semeru karena berpotensi terdampak lontaran batu pijar.
Masyarakat di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta aliran lahar, terutama saat terjadi hujan.
Tinggalkan Balasan