Lumajang, – Pengamatan aktivitas Gunung Semeru pada 21 Januari 2026 mencatat sebanyak 30 kali letusan dengan amplitudo 12–22 mm dan durasi 65–165 detik.
Meski cuaca cerah hingga berawan, sebagian besar gunung tertutup kabut sehingga letusan asap tidak terlihat secara visual.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, menekankan bahwa tingkat aktivitas saat ini berada pada Level III (Siaga).
“Masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 km dari puncak, serta tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar,” katanya, Kamis (22/1/2026).
Selain letusan, tercatat juga 1 kali guguran, 3 hembusan, dan 1 tremor harmonik, menunjukkan aktivitas vulkanik yang masih dinamis.
Masyarakat di sekitar sungai yang berhulu di puncak Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, disarankan untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Tidak mendekati kawah/puncak dalam radius 5 km, menjauhi tepi sungai hingga 500 meter di luar sektor tenggara, waspada terhadap potensi lahar dan awan panas di sepanjang aliran sungai,” katanya.
Tinggalkan Balasan