Motocamp Journey to Semeru: Petualangan Tak Terlupakan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan Jalan Baru Pasrujambe Buka Akses Ekonomi dan Percepat Pertumbuhan Desa

Daerah · 15 Jun 2025 15:41 WIB ·

Journey to Semeru, Lumajang Gaet Wisatawan Lewat Motocamp Lintas Daerah


 Journey to Semeru, Lumajang Gaet Wisatawan Lewat Motocamp Lintas Daerah Perbesar

Promosi Wisata Berbasis Komunitas Makin Diminati

Pemerintah Kabupaten Lumajang kembali menarik perhatian dengan gelaran Motocamp Journey to Semeru, event pariwisata berbasis komunitas yang berlangsung pada 14–15 Juni 2025. Kegiatan ini berhasil menyedot antusiasme peserta dari berbagai daerah seperti Jogja, Semarang, Solo, Magelang, Malang, Jember, Blitar, Banyumas, hingga Tulungagung.

Event ini lebih dari sekadar touring motor. Para rider menelusuri rute eksotis yang menghubungkan berbagai destinasi unggulan Lumajang, mulai dari Pantai Wotgalih, Watu Pecak, Dampar, hingga kawasan pegunungan seperti Tumpak Sewu, Curah Kobokan, dan Tirtosari View. Seluruh perjalanan ditutup dengan pengalaman berkemah di kaki Gunung Semeru, tepatnya di Bumi Perkemahan Glagaharum, Senduro.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), menyebut acara ini sebagai strategi penting dalam membangun brand pariwisata daerah. Ia menilai komunitas motor sangat efektif dalam menyebarkan narasi wisata melalui pengalaman langsung dan jejaring sosial.

“Lumajang ini potensi wisatanya luar biasa. Branding-nya harus kita maksimalkan. Event seperti ini sangat strategis untuk mengenalkan wisata kita agar dikenal lebih luas,” ujar Bunda Indah saat melepas peserta dari Pendopo Arya Wiraraja, Sabtu pagi (14/6/2025).


Wisata, UMKM, dan Nasionalisme Lokal dalam Satu Rangkaian

Selain memperkenalkan destinasi, kegiatan ini juga melibatkan pelaku lokal. Di sepanjang rute, para pelaku UMKM, pengelola wisata, dan kelompok sadar wisata ikut serta dengan menyediakan kuliner, suvenir, dan fasilitas pendukung. Hal ini menunjukkan bahwa wisata juga bisa menjadi alat pemberdayaan ekonomi rakyat.

Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menyatakan bahwa event ini mencerminkan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui pendekatan komunitas, informasi tentang Lumajang menyebar secara organik dari mulut ke mulut dan dari unggahan ke unggahan.

“Ini bukan sekadar riding, ini adalah perjalanan menyatu dengan alam, mengenal budaya lokal, dan tentu saja memperkuat rasa cinta terhadap tanah sendiri,” ucap Mas Yudha.

Konsep motocamp dinilai relevan dengan tren wisata modern yang lebih personal dan eksploratif. Tidur di alam terbuka dengan latar Gunung Semeru memberikan kesan mendalam yang sulit dilupakan.

Bunda Indah berharap peserta mendapatkan pengalaman yang tak hanya indah secara visual, tetapi juga emosional. “Semoga besok cuacanya cerah, agar peserta bisa bangun pagi dan disambut pemandangan Semeru yang gagah. Itu momen magis yang ingin kami hadirkan dari Lumajang untuk Indonesia,” ujarnya penuh harap.

Melalui event seperti ini, Lumajang tidak hanya menjual destinasi. Pemerintah juga menyampaikan pesan bahwa pariwisata bisa menjadi media pendidikan, pemberdayaan, dan pemupuk semangat nasionalisme berbasis lokal.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelantikan Pejabat Baru di Jember Dibayangi Silpa Rp700 Miliar

3 Januari 2026 - 11:00 WIB

Ketahanan Pangan Terancam Jadi Korban Silpa, DPRD Minta Perencanaan APBD Lebih Matang

3 Januari 2026 - 09:22 WIB

Silpa Rp 700 Miliar Jadi Alarm Keras Kinerja OPD di Tahun Awal Pemerintahan Jember

3 Januari 2026 - 09:08 WIB

Silpa APBD Jember Tembus Rp700 Miliar, DPRD Siapkan Evaluasi Besar-besaran OPD

2 Januari 2026 - 16:53 WIB

Senduro Masuk Kategori Mandiri, Bukti Desa Mampu Menjadi Garda Terdepan Pelestarian Lingkungan

2 Januari 2026 - 16:14 WIB

Data Lemah, Pembinaan Minim, Petani Pisang Terjebak Sistem Off Taker

2 Januari 2026 - 15:52 WIB

Trending di Daerah