Karnaval Sound Horeg Ricuh di Malang, Warga Emosi Karena Kebisingan - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 14 Jul 2025 19:05 WIB ·

Karnaval Sound Horeg Ricuh di Malang, Warga Emosi Karena Kebisingan


 Karnaval Sound Horeg Ricuh di Malang, Warga Emosi Karena Kebisingan Perbesar

Malang, – Kericuhan pecah di tengah kemeriahan karnaval sound horeg di Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, akhir pekan lalu. Warga yang merasa terganggu dengan suara bising dari sound system berdaya tinggi terlibat bentrok dengan sejumlah peserta karnaval.

Dalam video yang viral di media sosial, terlihat suasana semula berlangsung meriah dengan iring-iringan truk pengangkut sound system yang dikelilingi peserta berpakaian bebas. Namun, situasi berubah ketika terdengar teriakan seorang perempuan dari dalam rumah yang memprotes kebisingan.

Tak berselang lama, seorang pria berkaus merah keluar dari rumah dan memaki peserta. Pria tersebut sempat mendorong salah satu peserta, hingga akhirnya terjadi adu fisik. Beberapa warga dan peserta lainnya berusaha melerai, namun keributan sempat berlangsung cukup panas.

Baca juga: PCNU Lumajang Ikuti Fatwa Ulama Terkait Sound Horeg: “Kalau Mengganggu, Harus Diatur”

Berdasarkan informasi yang dihimpun, warga yang meluapkan emosi itu disebut tengah merawat anggota keluarganya yang sakit. Ia meminta agar suara sound system dikecilkan atau dimatikan, namun permintaan tersebut tidak diindahkan, hingga akhirnya terjadi konfrontasi.

Karnaval sound horeg sendiri sudah beberapa kali menuai kontroversi di sejumlah daerah, terutama karena volume suara yang berlebihan dan jam pelaksanaan yang mengganggu ketenangan lingkungan.

Merespons kejadian tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang, KH Isroqunnajah, menyayangkan terjadinya kericuhan. Ia menyebut peristiwa itu menjadi bukti nyata bahwa sound horeg membawa banyak mudarat.

Rokok Ilegal dan Miras Beredar di Probolinggo dan Lumajang, Bea Cukai Bertindak

“Ini dampak mudaratnya besar, seperti yang terjadi di karnaval. Sudah banyak kejadian, orang tua, bayi, bahkan orang sakit jadi korban,” ujarnya kepada wartawan, Senin (14/7/25).

MUI Kota Malang bahkan menyatakan bahwa penggunaan sound horeg yang melebihi ambang batas wajar bisa dinyatakan haram. Hal ini sejalan dengan fatwa MUI Jawa Timur yang menilai aktivitas semacam ini tak hanya mengganggu, tetapi juga membahayakan kesehatan serta merusak ketertiban umum.

“Sound horeg ini kan bentuk penyaluran hobi, seharusnya bisa diwujudkan dalam bentuk lain yang tidak merugikan orang lain,” tegas KH Isroqunnajah.

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah