Lumajang, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang mengambil langkah tegas dengan menutup sementara operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Labruk Lor, Kecamatan Lumajang.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Yayasan Oda Masa Depan Utama itu dihentikan sementara setelah banyak keluhan masyarakat terkait limbah dapur yang dinilai mencemari lingkungan sekitar.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pemerintah daerah menurunkan tim untuk memeriksa langsung kondisi pengelolaan limbah di lokasi dapur MBG.
Menurutnya, dari hasil pemeriksaan ditemukan bahwa sistem pengolahan limbah dapur belum memenuhi standar lingkungan yang semestinya. Bahkan, sebelumnya pemerintah daerah telah memberikan sejumlah rekomendasi perbaikan kepada pengelola.
“Kami sudah menurunkan tim untuk mengecek langsung dan memberikan saran-saran terkait pengolahan limbahnya. Namun saran tersebut belum dilakukan, sementara warga masih menyampaikan keluhan,” kata Indah saat ditemui di Lumajang, Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan, secara teknis limbah yang dihasilkan dapur MBG tersebut masih mengandung kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biological Oxygen Demand (BOD) yang cukup tinggi.
Kedua parameter tersebut merupakan indikator utama untuk mengukur kualitas air dan tingkat pencemaran organik.
BOD digunakan untuk mengetahui jumlah oksigen yang dibutuhkan mikroorganisme dalam mengurai bahan organik dalam waktu lima hari, sedangkan COD mengukur total kebutuhan oksigen untuk mengoksidasi bahan organik maupun anorganik secara kimiawi dalam waktu yang lebih singkat.
“Kadar COD dan BOD yang tinggi menandakan adanya potensi pencemaran air yang cukup serius,” ungkapnya.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang memutuskan menutup sementara operasional dapur tersebut mulai Senin (9/3/2026) hingga pengelola memperbaiki instalasi pengolahan air limbah sesuai dengan standar yang berlaku.
“Penutupan dilakukan sampai instalasi pengolahan air limbahnya diperbaiki dan memenuhi standar,” jelasnya.
Tinggalkan Balasan