Kemenpora Pantau Atlet Diaspora untuk Prestasi Olahraga - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Kesehatan dan Olah Raga · 21 Des 2023 15:00 WIB ·

Kemenpora Pantau Atlet Diaspora untuk Prestasi Olahraga


 Kemenpora Pantau Atlet Diaspora untuk Prestasi Olahraga Perbesar

Jakarta – Kemenpora Pantau 600 Atlet Diaspora. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI tidak hanya fokus pada program naturalisasi pemain diaspora dalam sepak bola, namun juga melibatkan atlet diaspora untuk berbagai cabang olahraga. Kemenpora Pantau Atlet Diaspora untuk mengetahui potensi prestasi di bidang olah raga.

Data resmi Kemenpora mencatat ada 600 atlet diaspora yang tersebar dalam 14 cabang olahraga. Cabang olahraga tersebut termasuk sepak bola, basket, voli, dan lainnya.

“Program naturalisasi tidak hanya menargetkan sepak bola, tapi mencakup berbagai cabang olahraga. Saat ini, kami terus melakukan pendataan terhadap atlet diaspora Indonesia di berbagai negara,” ungkap Hamdan Hamedan, Staf Ahli Departemen Diaspora Kemenpora, dalam diskusi Turun Minum di Kemenpora, Kamis (21/12/2023).

Baca juga : Pentingnya Tidur Tepat Waktu Bagi Kesehatan Anda

Menurut Hamdan, pendataan melibatkan atlet diaspora yang memiliki atau berpotensi memiliki paspor Indonesia tanpa perlu naturalisasi. Mereka yang dapat memiliki paspor Indonesia tanpa naturalisasi disebut sebagai “anak berkewarganegaraan ganda terbatas.”

Kemenpora RI menegaskan bahwa program naturalisasi pemain diaspora hanya akan ditujukan kepada atlet yang memiliki garis keturunan Indonesia. “Naturalisasi hanya untuk atlet yang memiliki darah Indonesia, dan ini lebih berfokus pada kepentingan negara daripada klub,” tambah Hamdan.

Baca juga : Ayah Bunuh 4 Anaknya di Jagakarsa, Kini Menyesal!

Meskipun program naturalisasi dianggap sebagai salah satu langkah penting dalam mengembangkan olahraga Indonesia, Kemenpora menekankan bahwa hal tersebut bukan satu-satunya solusi.

Fokus utama tetap pada peningkatan kualitas Timnas Indonesia. Hal ini melibatkan berbagai elemen seperti bakat, pelatih, klub, dan kompetisi domestik yang berkualitas.

“Untuk mencapai prestasi Timnas yang optimal, kita membutuhkan bakat, pelatih, klub yang solid, adanya kompetisi berkualitas di dalam negeri, dan baru kemudian pemanfaatan talenta diaspora. Timnas harus menjadi tempat bersatunya pemain-pemain terbaik Indonesia,” tegas Hamdan. (Red)

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Agus Setiawan dan Ratih Damayanti Ajak Warga Jalan Santai, Doorprize Sepeda Listrik Menanti

20 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Diabetes Terkendali 18,36 Persen, Lumajang Lampaui Target tapi 81,64 Persen Jadi Pekerjaan Rumah

19 Agustus 2026 - 10:59 WIB

Percasi Lumajang Gelar Kejurkab Catur, Bidik Bibit Atlet untuk Popda 2026 dan Porprov 2027

18 Agustus 2026 - 10:34 WIB

Target Hipertensi Terkendali 25 Persen, Lumajang Baru Capai 12,86 Persen

13 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Lumajang Juara Grup, Agus Setiawan Minta Skuat Tetap Konsisten Latihan Fisik

12 Agustus 2026 - 22:17 WIB

Lumajang Menang Meyakinkan, Probolinggo Dipaksa Angkat Kaki dengan Skor 4-2

8 Agustus 2026 - 19:23 WIB

Trending di Kesehatan dan Olah Raga